Dari Gunung Puntang, Coklat Kita Silatusantren Tadabbur Alam Tanamkan Nilai Cinta Lingkungan kepada Santri

Dari Gunung Puntang, Coklat Kita Silatusantren Tadabbur Alam Tanamkan Nilai Cinta Lingkungan kepada Santri
Talkshow bersama King Salman (Kiri), Dr. Zastrouw (Tengah), Budi Dalton (Kedua Kanan) jadi salah satu isian acara yang menarik terkait penjelasan Tadabbur Alam kepada Santri. (Sadam Husen/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Ia menjelaskan bahwa kehadirannya dalam kegiatan ini merupakan undangan khusus karena pesantrennya termasuk perintis kemitraan pesantren bersama komunitas di Purwakarta sejak 2016.

Coklatkita

Dari Purwakarta sendiri, terdapat lima pesantren yang diundang secara khusus dan diwakili langsung oleh para pimpinan pesantren.

Menurutnya, rangkaian kegiatan kebersihan lingkungan sebelumnya juga telah dilaksanakan di pesantren-pesantren, melibatkan santri dan masyarakat sekitar.

Baca Juga:Coklat Kita Napak Jagat Pasundan 'Ngaruat Jagat', Persembahan Spektakuler Bagi Pangandaran di Usia Ke-13Kunjungi Ponpes Al-Ma’mun Sumedang, Coklat Kita Silatusantren Bikin Santri Peduli Kebersihan Lingkungan

“Melalui kegiatan ini, kami berharap terbentuk pola pikir baru santri tentang kebersihan dan kepedulian lingkungan. Pesantren bukan hanya tempat pendidikan agama, tetapi juga pusat pembelajaran nilai-nilai kehidupan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan Tadabbur Alam menjadi sangat relevan di tengah kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan.

“Kami ingin menanamkan cinta terhadap alam sebagai sumber kehidupan, sesuai dengan prinsip rahmatan lil ‘alamin,” katanya.

Antusiasme juga datang dari para santri. Perwakilan santri dari Pondok Pesantren Al-Bukhori, Kabupaten Majalengka, Amrin Hakim menyampaikan apresiasinya terhadap program Coklat Kita.

“Sebagai santri, kami sangat mengapresiasi program ini. Selain belajar ilmu agama, kami juga mendapatkan wawasan tentang cinta lingkungan melalui program Coklat Kita Silatusantren,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa para santri dibekali ilmu pengelolaan sampah, baik organik maupun anorganik, yang dinilai sangat bermanfaat sebagai bekal setelah lulus dari pesantren.

“Santri sangat semangat. Ilmu ini penting ketika kami nanti terjun ke masyarakat, sehingga tidak hanya membawa ilmu agama, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan,” jelas Amrin.

Baca Juga:Coklat Kita Silatusantren di Subang: Dorong Santri Jadi Pelopor Gerakan Peduli SampahCoklat Kita Silatusantren ke-7 Sukses Digelar, 2.000 Santri Ponpes Nurul Iman Sambut Antusias Kegiatan

Amrin sendiri telah mondok selama 10 tahun di Pesantren Al-Bukhori dan menjadi salah satu perwakilan dari tujuh pesantren yang terlibat dalam program ini.

“Program ini sangat berdampak positif. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi pesantren dan lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Melalui Coklat Kita Silatusantren Tadabbur Alam, pesantren dan santri tidak hanya dipertemukan dalam silaturahmi, tetapi juga diperkuat perannya sebagai agen perubahan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. (Dam)

0 Komentar