JABAR EKSPRES – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat tahun 2026 mendapat evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Catatannya terkait program yang lebih sesuai kemampuan keuangan.
Wakil Ketua DPRD Jabar, Iwan Suryawan, menyampaikan bahwa hasil evaluasi Kemendagri terhadap APBD 2026 telah disampaikan beberapa waktu lalu.
Dalam evaluasi tersebut, Kemendagri tidak meminta perubahan volume anggaran yang telah disepakati antara eksekutif dan legislatif.
Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota
“Untuk volume tidak ada perubahan. Volume tetap sih,” katanya, Kamis (8/1).
Namun, lanjut Iwan, Kemendagri tetap menyampaikan beberapa catatan mengenai rancangan APBD yang telah disepakati antara eksekutif dan DPRD itu, di antaranya terkait program yang lebih realistis.
“Jadi lebih memperhatikan kemampuan keuangan untuk mengeksekusi beberapa program,” katanya.
Menurut Iwan, dalam APBD 2026 itu Pemprov Jabar ingin mengeksekusi banyak program pembangunan. Hal itulah yang menjadi perhatian.
“Jadi diingatkan untuk menyesuaikan dengan kemampuan keuangan,” bebernya.
Diketahui bahwa eksekutif dan DPRD Jabar juga telah ketok palu terkait rancangan APBD 2026. Hal itu disepakati dalam Paripuna Kamis (20/11/25).
Hasilnya volume APBD disepakati menjadi Rp 30,496 triliun. Rinciannya, pendapatan daerah Rp 30,115 triliun. Sedangkan belanja daerah di angka Rp 29,829 triliun. Kemudian penerimaan pembiayaan Rp 380 miliar dan pengeluaran pembiayaan Rp 666 miliar.
Data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mencatat bahwa APBD 2026 memiliki beberapa prioritas. Misalnya di sektor pendidikan ada program untuk pembangunan unit sekolah baru, beasiswa pancawaluya, hingga pembangunan ruang kelas baru.
Baca Juga:Di Bawah Kepemimpinan Prabowo, Mentan Amran Antar Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025Meski Pincang, Macan Kemayoran Pede Tantang Persib di GBLA
Pada Sektor Kesehatan, Pemprov ingin meningkatkan pelayanan rumah sakit dan kesehatan. Lalu ada juga program pengembangan dan pembangunan rumah sakit daerah.
Kemdian di sektor desa, Pemprov ingin fokus pada pembangunan jalan desa. Untuk sektor lingkungan ada alokasi untuk pipa transmisi air baku TPPAS Legok Nangka, pengoperasian dan pemeliharaan TPA Sarimukti dan pengadaan lahan transmisi TPPAS Legok Nangka.(son)
