Kecurigaan semakin menguat karena terdapat perbedaan mencolok pada motif rok yang dikenakan KN dibandingkan seragam resmi pramugari Batik Air lainnya.
“Kru kami melakukan pengamatan dan konfirmasi sesuai prosedur, tanpa menimbulkan kegaduhan agar keselamatan penerbangan tetap terjaga,” kata Danang.
Setelah pesawat mendarat di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, laporan tersebut langsung ditindaklanjuti petugas Aviation Security (Avsec).
Baca Juga:Film Indonesia Tayang Januari 2026 Didominasi Horor, Ini 6 Judul Bioskop yang Paling Dinanti Awal TahunRedmi Note 15 5G Global Resmi Meluncur Januari 2026, Intip Spesifikasi dan Harganya
Saat dimintai keterangan, KN tidak dapat menunjukkan identitas sebagai awak kabin.
Ia kemudian dibawa ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Di hadapan petugas, KN mengakui bahwa dirinya bukan pramugari dan masih berstatus pencari kerja di Jakarta.
“Sebenarnya dia masih mencari pekerjaan. Mengaku sudah bekerja karena malu sama keluarga,” jelas Yandri.
KN juga mengaku awalnya berniat berganti pakaian di bandara Palembang, namun waktu boarding yang terlalu mepet membuatnya terpaksa naik pesawat dengan seragam tersebut.
Meski mengenakan seragam palsu, Batik Air memastikan KN merupakan penumpang sah karena memiliki boarding pass resmi.
“Berdasarkan penelusuran, yang bersangkutan tercatat sebagai penumpang resmi dengan boarding pass yang valid,” terang Danang.
Baca Juga:Motor Irit Bensin Paling Dicari Tahun 2026, Ini 10 Pilihan Terbaik untuk Kerja dan Mobilitas HarianLowongan Kerja Terbaru 2026! Trans Hotel Jakarta Buka Rekrutmen, Ini Daftar Posisi yang Dibutuhkan
Setelah melalui pemeriksaan, pihak Batik Air memutuskan tidak melanjutkan proses hukum.
Namun, KN diwajibkan menyerahkan seluruh atribut yang menyerupai seragam resmi dan membuat pernyataan tertulis.
“Semua barang beratribut Batik Air disita. Yang bersangkutan juga membuat surat pernyataan serta video permohonan maaf,” kata Yandri.
Dalam video tersebut, KN menyatakan secara terbuka bahwa dirinya bukan pramugari Batik Air dan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak maskapai serta Lion Group.
“Pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya tanpa paksaan dari pihak manapun,” ujar KN.
