Tak hanya mengandalkan rasa, Sagara Madasari juga memperhatikan kenyamanan pengunjung. Restoran ini memiliki kapasitas lebih dari 150 orang, dilengkapi area outdoor serta ruang VIP yang dapat digunakan untuk acara keluarga maupun pertemuan formal.
Eka menuturkan, sejak dibuka, respons masyarakat cukup positif, terutama saat memasuki periode liburan panjang.
“Jumlah pengunjung terus meningkat, bahkan di luar weekend juga cukup banyak. Apalagi saat liburan panjang ini, peningkatannya terasa dari jam makan siang hingga jam makan malam,” jelasnya.
Baca Juga:Sinopsis Film Cold Pursuit: Aksi Liam Neeson Balas Dendam terhadap GengsterSinopsis Film Fatman: Seorang Sinterklas Berurusan dengan Bocil Jail
Ia bahkan mencatat, pada jam makan siang saja jumlah pengunjung bisa menembus angka 200 orang.
Tak hanya warga Bandung, pengunjung Sagara Madasari juga datang dari berbagai daerah.
“Mayoritas selain dari Bandung, mereka datang dari luar kota, khususnya Jakarta. Sudah ada juga yang masuk dari Bogor dan Serang,” tambah Eka.
Salah satu pengunjung, Ny. Nie Siu Lie bersama suaminya Ridwan, warga TKI, mengaku puas setelah menikmati hidangan lobster segar di Sagara Madasari.
“Kami sangat puas makan di sini. Biasanya datang langsung ke Sagara Madasari menikmati Lobster segar. Kehadiran rumah makan ini sangat mengurai selera dan setidaknya kami tidak perlu jauh-jauh ke Pangandaran, karena di sini tersedia dan benar benar segar, suasananya mirip lah, kami terkesan, begitu juga sambelnya beragam, dan secara umum enak,” ungkapnya.
Dengan menonjolkan kualitas bahan baku, proses pemilihan ikan ala pasar pesisir, serta racikan bumbu khas pantai, Sagara Madasari hadir sebagai alternatif kuliner laut autentik di Bandung. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi jawaban bagi wargi Bandung dan wisatawan yang rindu cita rasa laut Pangandaran tanpa harus menempuh perjalanan panjang ke kawasan pantai. (*)
