Ribuan Warga Kamboja Gelar Aksi Damai, Desak Penghormatan Gencatan Senjata dengan Thailand

Ribuan Warga Kamboja Gelar Aksi Damai, Desak Penghormatan Gencatan Senjata dengan Thailand
Warga sipil mengungsi dari Distrik Srei Snam akibat meningkatnya ketegangan militer antara Thailand dan Kamboja di Provinsi Siem Reap, Kamboja, pada Senin (15/12/2025). (SUMBER FOTO: ANTARA/Xinhua/HO-Agence Kampuchea Presse/aa)
0 Komentar

Data dari otoritas Thailand mencatat sedikitnya 21 tentara Thailand dan 16 warga sipil tewas akibat konflik tersebut. Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Kamboja melaporkan 18 warga sipil Kamboja meninggal dunia dan 78 orang lainnya mengalami luka-luka.

Sebelumnya, Thailand dan Kamboja sempat menandatangani perjanjian perdamaian pada Oktober lalu di Kuala Lumpur, yang disaksikan oleh Donald Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Namun, kesepakatan itu kemudian ditangguhkan setelah seorang tentara Thailand mengalami luka serius akibat ledakan ranjau darat di wilayah perbatasan.

Sengketa perbatasan antara Thailand dan Kamboja telah berlangsung lama dan kerap memicu kekerasan bersenjata. Salah satu bentrokan besar terjadi pada Juli lalu, yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 48 orang, menunjukkan rapuhnya stabilitas di kawasan perbatasan kedua negara.*

0 Komentar