Hingga awal September, AS telah melakukan 22 serangan terhadap kapal yang diduga terkait jaringan tersebut, menewaskan 87 orang. Kebijakan agresif ini menuai kritik luas, termasuk dari anggota parlemen AS lintas partai yang mempertanyakan legalitas tindakan militer tersebut.
Petro sendiri tetap vokal menentang langkah AS, sembari menegaskan bahwa pendekatan militer bukan solusi untuk persoalan perdagangan narkoba yang kompleks dan berakar panjang di kawasan Amerika Latin.*
