Ia menilai teknologi trem buatan dalam negeri sudah sangat maju, mulai dari kandungan lokal atau Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mencapai lebih dari 60 persen, hingga penggunaan baterai tanpa catenary atau kabel atas. Sistem pengisian dayanya pun dinilai modern dan efisien sehingga dapat menekan biaya operasional.
“Tentunya ini akan membuat sangat hemat biaya, hemat operasional dan pasti tidak akan membebani baik pemerintah daerah maupun masyarakat sebagai pengguna dari transportasi publik masa depan ini,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT INKA, Eko Purwanto, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Bogor terhadap pengembangan trem bertenaga baterai buatan dalam negeri melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).
Baca Juga:Ruang Ganti Makin Solid, Ramon Tanque Buktikan Diri di Momen PentingKota Banjar Raih Pinunjul Award 2025 untuk Pengendalian Inflasi, Dua Tahun Berturut-turut
Eko menjelaskan, PT INKA sebelumnya telah memiliki trem prototipe, yaitu versi percobaan untuk menguji teknologi dan sistem sebelum diproduksi massal.
Trem prototipe ini dikembangkan sejak 2018 bersama lembaga pengujian dalam negeri, dan sudah diuji coba di beberapa lintasan seperti Solo dan Wonogiri hingga kini dipersiapkan untuk uji coba di Kota Bogor.
Ia menambahkan bahwa trem yang akan digunakan di Kota Bogor nantinya merupakan trem baterai, sebuah teknologi yang sudah dimiliki dan dikembangkan PT INKA, sehingga hanya memerlukan pengembangan lebih lanjut.
“Dengan dorongan dari Pemkot Bogor, kami di PT INKA berkomitmen akan terus mengembangkan terkait pelaksaan trem dan mudah-mudahan sesuai rencana untuk uji coba serta penyiapannya di Kota Bogor. Kami akan mendukung penuh, termasuk dari sisi manufaktur untuk menyiapkan sarana yang akan beroperasi,” ucapnya.
