Walau sudah pulih, Endang mengakui distribusi air belum sepenuhnya normal. Debit air yang masuk ke instalasi masih kecil dan belum setara dengan kondisi biasanya.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai jenis material yang menyumbat, Endang membenarkan bahwa sedimen bercampur sampah plastik menjadi penyebab utama.
“Iya, sampah, plastik segala macam yang nyumbat itu justru tertutup sedimen sama sampah-sampah plastik yang menghalangi ini. Jadi aliran airnya jadi tertutup ke instalasi kami,” katanya.
Baca Juga:Sabet 5 Penghargaan BI, Bank Mandiri Tegaskan Peran Strategis dalam Stabilitas Ekonomi NasionalSukses Menggelar Dikreg LIV Sesko TNI TA 2025, Begini kata Panglima
Ia menyebutkan bahwa pasokan air ke intake BLUD normalnya mencapai 80 liter per detik, namun kemarin aliran ini sempat berhenti total.
“Karena nggak ngalir, tertutup itu. Karena kita kan sebelum air masuk itu kita pasang filter. Nah filter ini kan untuk penyaring padatan seperti sampah dan lain sebagainya agar jangan masuk,” ucapnya.
Masifnya material yang terbawa banjir kiriman membuat air sungai sangat keruh dan pekat. Situasi ini tidak pernah terjadi sebelumnya, sehingga menjadi perhatian khusus bagi DPKP.
“Jadi ini sangat pekat kemarin itu lumayan ini karena mungkin hujannya besar ya,” ungkapnya.
Untuk pemulihan, dikatakan Endang saat ini air sudah mengalir kembali ke masyarakat meski debitnya belum stabil. Pengisian ulang pada instalasi pengolahan dan bak-bak reservoir memerlukan waktu agar kembali ke kondisi normal.
“Karena kita kan kemarin itu menguras dulu insolasi kita, kemudian juga mengisi dulu bak-bak pengolahan di kita,” tuturnya.
Terkait langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, pihaknya kini mengambil langkah intensif untuk pemeriksaan rutin.
Baca Juga:Sinergi Baru Mayapada Hospital Bandung dan BRI Life: Fokus pada Nasabah dan Produktivitas TimEpy Kusnandar 'Preman Pensiun' Tutup Usia, Dunia Hiburan Indonesia Berduka
“Ya mungkin sekarang kita harus lebih intens melakukan pemeriksaan secara rutin, karena memang selama ini kan tidak pernah terjadi nih, intake sampai tertutup, air tidak bisa mengalir ke pengolahan gitu,” tegasnya.
Endang memastikan pihaknya akan melakukan pembersihan lebih sering pada filter bilamana ditemukan tanda-tanda penumpukan material.
“Nah sekarang kita akan lakukan secara intens sehingga mungkin kalaupun ada sumbatan, ada yang sedimen atau sampah yang terhadap filter bisa langsung kita bersihkan lah gitu,” ujarnya.
