Sungai Cibitung Meluap Sebabkan Banjir Bandang, 5 Hektare Sawah di Desa Mukapayung Terancam Gagal Panen!

Sungai Cibitung Meluap Sebabkan Banjir Bandang, 5 Hektare Sawah di Desa Mukapayung Terancam Gagal Panen!
Luapan Sungai Cibitung merendam sawah garapan warga di Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, KBB. Dok Pemdes Mukapayung
0 Komentar

“Biasanya memang di Mukapayung sejak 3-5 tahun terakhir kalau hujan besar pasti banjir,” ungkapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Bandung Barat, Asep Sehabudin, membenarkan bahwa sebagian sawah yang terendam berada di atas lahan milik Indonesia Power (IP) yang digarap oleh warga. Menurutnya, lokasi sawah berada tepat di tepian sungai membuat area itu paling rentan diterjang luapan air.

“Yang kena itu sebenarnya sawah. Sawahnya tanah Indonesia Power, digarap masyarakat, karena salahnya memang sawah itu berada di situ,” katanya.

Baca Juga:Banjir Rendam Jalan Banjaran–Soreang, Arus Lalu Lintas Tersendat4 RW di Mukapayung Cililin Diterjang Banjir Bandang, Area Wisata Ikut Terdampak! 

Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan air berwarna coklat pekat menerjang sawah dan fasilitas wisata di aliran Sungai Cibitung, termasuk kawasan Lembah Curugan Gunung Putri.

BPBD mencatat sudah terjadi sekitar 300 bencana hidrometeorologi di Bandung Barat sepanjang Januari-November 2025. Banjir bandang, longsor, dan pergerakan tanah masih menjadi bencana dominan di wilayah yang didominasi kontur perbukitan tersebut.

“Daerah Bandung Barat mah perbukitan, bukan hamparan. Jadi mitigasi jangka panjang baru himbauan,” ujar Asep.

Ia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terutama bagi warga yang tinggal di sekitar tebing dan aliran sungai.

“Bukan berarti tidak boleh tinggal di dekat sungai, tapi harus siap kalau sewaktu-waktu air meluap,” katanya.

Sebelumnya, BMKG pun sudah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada 2-7 Desember 2025 untuk wilayah Bandung Raya.

Kepala BMKG Stasiun Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan cuaca ekstrem dipengaruhi belokan angin dan area konvergensi yang memicu pertumbuhan awan hujan.

Baca Juga:150 Hektare Kebun Teh Rusak, Walhi Jabar Peringatkan Ancaman Banjir Bandang di PangalenganKerusakan KBU Sudah Sporadis, Siap-siap Bandung Raya jadi Langganan Banjir!

“Terpantau adanya belokan angin dan konvergensi yang berpengaruh terhadap awan-awan hujan di Jabar,” ujarnya melalui keterangan resminya.

BMKG memprediksi musim hujan dengan intensitas tinggi akan berlangsung hingga akhir Februari 2026, sehingga potensi banjir bandang di daerah cekungan dan lereng curam masih cukup tinggi. (Wit)

0 Komentar