Pelatihan Manajemen Ritel Disiapkan, Senjata Baru Disnaker Cimahi Melawan Kesenjangan Skill

Pelatihan Manajemen Ritel Disiapkan, Senjata Baru Disnaker Cimahi Melawan Kesenjangan Skill
Kepala Seksi Penempatan dan Transmigrasi Disnaker Cimahi, Andri Gunawan saat Memaparkan Pelatihan Manajemen Ritel (mong)
0 Komentar

Saat ditanya soal hambatan selama pelaksanaan pelatihan, Andri tidak menutup-nutupi. “Kendala nya adalah kesiapan awal peserta. Beberapa peserta, terutama yang baru lulus, masih perlu waktu adaptasi untuk disiplin kerja dan standar,” imbuhnya.

Disnaker Cimahi tengah merancang beberapa pengembangan pelatihan, termasuk yang sudah mulai dijalankan.

Pertama, Pelatihan Berbasis Sertifikasi Kompetensi Berstandar Nasional. “Kami akan mengupayakan agar lulusan pelatihan tidak hanya mendapatkan sertifikat dari Disnaker, tetapi juga Sertifikasi Kompetensi Profesi (SKP) yang dikeluarkan oleh LSP yang diakui BNSP,” bebernya.

Baca Juga:Inovasi Pelatihan Disnaker Cimahi Diuji di Tengah Pasar Kerja yang Kian SempitDisnaker Kota Cimahi Dorong Inovasi Pelatihan Kerja, Siapkan SDM Adaptif di Era Digital

Kedua, lanjut Andri, Modul Manajemen Ritel Digital, sebagai respons tren e-commerce.

“Seperti pengelolaan toko di marketplace, logistik, hingga analisis data penjualan digital,” papar Andri.

Andri menegaskan bahwa pelatihan ini tidak eksklusif bagi kelompok tertentu. Ia menegaskan bahwa peserta pelatihan berasal dari masyarakat luas agar dampaknya lebih maksimal, terutama bagi masyarakat yang tengah mencari pekerjaan.

Ia ingin pelatihan ini menjadi ruang pembentukan SDM unggul lintas latar belakang. “Intinya kami ingin pelatihan ini menjadi wadah yang menghasilkan SDM unggul dari berbagai latar belakang untuk ekosistem ritel Cimahi,” tegasnya.

Ketika ditanya soal keberlanjutan setelah pelatihan, Andri memastikan bahwa peserta tidak akan dilepas begitu saja.

Ia menyebut beberapa program lanjutan seperti job matching yang menghubungkan peserta dengan lowongan pekerjaan, serta pendampingan wirausaha ritel (UMKM) bagi mereka yang ingin memulai usaha sendiri.

“Intinya lulusan pelatihan ini harus benar-benar memiliki keterampilan yang dibuktikan dengan sertifikat BNSP dulu, sehingga bisa terbuka kesempatan lebih besar untuk terserap di industri, atau menjadi wirausaha ritel mandiri,” tandasnya. (Mong)

0 Komentar