Dari Turnamen Padel Tergalang Lebih dari Rp600 Juta, Tumbuh Harapan untuk Anak dengan Penyakit Kronis

Aksi para peserta di lapangan Padel for Hope 2025 menampilkan semangat dan energi positif.
Aksi para peserta di lapangan Padel for Hope 2025 menampilkan semangat dan energi positif. Setiap pukulan raket menjadi simbol solidaritas dan doa kecil bagi anak-anak yang tengah berjuang melawan penyakit kronis.
0 Komentar

Semangat kebaikan dan apresiasi juga disampaikan oleh Harbie Kurnia, pemenang pertama kategori Men Influencer Cup, “Padel for Hope 2025 bukan sekadar turnamen amal, tetapi wujud solidaritas yang membawa harapan. Setiap pukulan raket terasa seperti doa kecil untuk anak-anak yang tengah berjuang. Semua peserta datang bukan hanya untuk bertanding, tetapi untuk berbagi harapan dan energi positif. Saya bersyukur menjadi bagian kegiatan yang mengadakan harapan bagi banyak keluarga di Indonesia,” ungkap Harbie.

Setiap tahun, sekitar 80.000 bayi di Indonesia lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan (PJB), dan 91% di antaranya berasal dari luar Pulau Jawa. Disebabkan diagnosis dan penanganan kondisi ini dapat berlangsung 1–2 bulan, keberadaan rumah singgah yang dekat dengan rumah sakit menjadi krusial, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan biaya yang harus menetap sementara selama masa perawatan anak.

“Kami mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berdonasi dan mensukseskan acara Padel for Hope 2025. Dukungan ini mengingatkan kami bahwa tidak ada anak yang berjuang sendirian dan kami memastikan setiap anak dapat menjalani pengobatan dengan dukungan penuh keluarga, karena No Childs Heals Alone. Rumah singgah di Kemanggisan akan menjadi rumah singgah terbesar Yayasan RMHC di Indonesia dengan kapasitas 66 kamar dan empat lantai, serta akan memberikan harapan baru bagi ribuan keluarga pasien anak dari berbagai daerah,” ungkap Caroline.

Baca Juga:Sejumlah Perwira TNI dan Polri Diganjar Bintang Bhayangkara PratamaFestival Tring! Meriahkan Akhir Pekan Bandung dengan Musik, Emas, dan Inovasi Keuangan Digital

Yayasan RMHC juga telah menjalin kerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) guna memperluas akses pendampingan dan pelayanan kesehatan anak. Hingga kini, tiga Rumah Singgah Yayasan RMHC di Lebak Bulus, RSCM, dan Denpasar secara kumulatif telah menyediakan lebih dari 45.000 malam menginap bagi 1.800 keluarga pasien anak yang sedang menjalani pengobatan intensif di RSUP Fatmawati di Jakarta Selatan, RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo di Jakarta Pusat, dan RSUP Prof.dr.I.G.N.G Ngoerah di Denpasar.

“Kami tidak akan berhenti di sini, kami akan terus memperluas kolaborasi, baik dengan tenaga medis, rumah sakit, komunitas, pemerintah, maupun sektor swasta agar semakin banyak anak dan keluarga yang dapat merasakan manfaat nyata dari kehadiran rumah singgah dan program Yayasan RMHC,” tutup Caroline.

0 Komentar