Sayangnya, ketika aplikasi seperti VIR mulai bermasalah, tidak ada pihak yang mau bertanggung jawab. Pengembangnya sulit dilacak, sementara lembaga pengawas keuangan seperti OJK (Otoritas Jasa Keuangan) tidak memiliki data resmi terkait izin operasional mereka.
Sebagaimana dijelaskan dalam diskusi di media sosial, izin daur ulang sampah dan izin pengelolaan uang masyarakat adalah dua hal yang berbeda. Jadi meskipun VIR mengklaim beroperasi di bidang lingkungan, tetap saja ia memerlukan izin pengelolaan keuangan jika melakukan aktivitas investasi atau penarikan dana pengguna.
Beragam komentar muncul di dunia maya terkait aplikasi VIR ini. Sebagian pengguna masih percaya bahwa aplikasi ini benar-benar membayar, sementara yang lain menilai sistemnya aneh dan tidak masuk akal.
Beberapa komentar mencurigai bahwa:
Baca Juga:Harga Terbaru Emas Antam Hari Ini Rabu 29 Oktober 2025, Cek Selisihnya dengan Harga Global!Cara Dapat Saldo DANA Gratis dari Aplikasi Penghasil Uang Terbaru 2025 yang Lagi Viral, Mau Coba?
- Pengguna hanya bisa menarik uang jika mengundang orang lain.
- Uang yang didapat sebenarnya berasal dari deposit pengguna baru.
- Tidak ada bukti bahwa kegiatan pengolahan sampah benar-benar dilakukan.
Bahkan ada yang berpendapat, “Kalau cuma foto-foto sampah terus dapat uang, logikanya di mana?” sebuah pertanyaan sederhana yang seharusnya cukup membuka mata banyak orang.
Aplikasi VIR memang masih tampak aktif dan “membayar” untuk saat ini, tetapi itu tidak menjamin keamanan jangka panjang. Berdasarkan pola yang sama dari banyak kasus sebelumnya, aplikasi seperti ini cenderung berakhir scam ketika sistemnya tak lagi mampu membayar penggunanya.
Ingat, uang tidak akan datang hanya dari mengunggah foto atau mengundang teman tanpa aktivitas ekonomi nyata.
Jadi, sebelum tergoda dengan iming-iming hasil instan dari aplikasi semacam VIR, pastikan dulu legalitasnya di situs resmi OJK atau Kominfo, dan jangan mudah percaya hanya karena melihat bukti transfer di media sosial.
