Ia menyebut pembahasan akan mencakup isu perdagangan, termasuk potensi dimulainya kembali impor kedelai dari AS ke China, serta peluang kesepakatan di bidang perlucutan senjata nuklir.
“Saya rasa kami akan membuat kesepakatan dalam segala hal,” ujar Trump.
Putaran kelima perundingan dagang tingkat tinggi antara AS dan China ini berlangsung di tengah memanasnya tensi hubungan kedua negara. Beberapa waktu lalu, China mengumumkan kebijakan kontrol ekspor terhadap logam tanah jarang, yang langsung mendapat respons keras dari Trump dengan ancaman penerapan tarif tambahan hingga 100 persen terhadap produk asal China mulai 1 November 2025.
Baca Juga:5 Motor Listrik Murah Terbaik di 2025: Pilihan Irit, Modern, dan Ramah Lingkungan di IndonesiaMarwan/Aisyah Melaju ke Perempat Final Indonesia Masters II 2025 Setelah Kalahkan Wakil Jepang
Dengan berlangsungnya dua agenda penting di Malaysia — KTT ASEAN dan perundingan dagang AS–China — kawasan Asia Tenggara kembali menjadi pusat perhatian diplomatik dunia. Keputusan Beijing untuk hadir di kedua forum tersebut menegaskan peran strategis China dalam percaturan geopolitik dan ekonomi global menjelang akhir 2025.*
SUMBER: ANTARA
