Dedie menilai, keberhasilan Polresta Bogor Kota dalam menekan peredaran miras tidak hanya berdampak pada turunnya angka kriminalitas, tetapi juga membantu menjaga ketertiban umum dan melindungi generasi muda dari pengaruh negatif.
“Ada kaitan antara konsumsi minuman keras dengan perilaku kenakalan remaja dan potensi tawuran. Karena itu, saya berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini, tapi terus dilanjutkan sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat Kota Bogor,” tuturnya.
Polresta Bogor Kota pun terus berkomitmen untuk memperkuat langkah pencegahan dan pembinaan di masyarakat, serta selalu mengimbau para orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya, terutama pada malam hari guna mencegah keterlibatan dalam tawuran maupun penyalahgunaan miras.
