JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi menyalurkan sebanyak 27,465 ton beras murah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dikemas dalam skema Siapkan Beras untuk Masyarakat Kota Cimahi (SiBesti).
Langkah ini menjadi upaya pemerintah untuk menekan dampak tingginya harga beras di pasaran sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.
Penyaluran beras murah tersebut dilakukan dengan distribusi secara menyeluruh ke setiap kelurahan di Kota Cimahi.
Baca Juga:Ini Dia Kendaraan Rantis Brimob yang Menggilas Pengemudi Ojol, Harganya Hampir Rp1 TriliunPengemudi Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Apa Kata Istana?
“Untuk beras SPHP sudah mulai disebar, tapi pelaksanaan serentaknya hari Kamis. Akan dikirim ke setiap kelurahan di Kota Cimahi. SiBesti ini rutin kami lakukan setiap bulan sekali,” jelas Indra Bagjana, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi, saat dikonfirmasi, Jum’at (29/8/25).
Indra menegaskan, masyarakat bisa membeli beras SPHP tersebut dengan harga Rp55 ribu per karung berisi 5 kilogram. Harga ini lebih rendah dibanding sebelumnya karena biaya transportasi sudah ditanggung oleh Pemkot Cimahi.
“Siapa saja boleh membeli beras SiBesti dengan harga murah ini, hanya saja setiap orang dibatasi maksimal dua karung,” ungkap Indra.
Dalam teknis pelaksanaannya, Pemkot Cimahi membentuk Satgas SiBesti yang bekerja sama dengan Bulog untuk memastikan stok beras tersedia secara rutin.
Satgas, lanjut Indra, berperan mengoptimalkan distribusi hingga ke masyarakat, termasuk memanfaatkan fasilitas transportasi dari pemerintah.
“Jadi kita langsung ambil di gudang Bulog. Satgas SiBesti yang memfasilitasi distribusinya. Peran kami hanya memastikan beras sampai ke masyarakat dengan harga terjangkau,” kata Indra menambahkan.
Terkait perkembangan harga beras di pasaran, Indra menyebutkan bahwa Cimahi relatif aman dari gejolak.
Baca Juga:Kompolnas Desak Polisi Usut Sopir Rantis Lindas Ojol: Harus Ada Penegakan HukumKematian Driver Ojol, Cermin Buram Penanganan Demonstrasi di Indonesia
Kenaikan harga hanya terjadi pada beras baru hasil distribusi dari daerah penghasil, akibat kenaikan harga gabah kering yang kini mencapai Rp6.500 per kilogram.
“Secara umum, harga beras di Cimahi masih terkendali karena pasokan masih didominasi beras lama. Jadi tidak ada lonjakan signifikan,” jelasnya.
Melalui program SiBesti, Pemkot Cimahi berharap dapat terus menjaga stabilitas harga pangan pokok, terutama beras, sekaligus mengantisipasi potensi inflasi di tingkat daerah.
