Ponpes Al-Ma’mun yang telah berdiri sejak 2003 kini menampung sekitar 250 santri mondok dari berbagai daerah di Jawa Barat, bahkan luar kota. Selama ini sampah pesantren ditampung di kontainer sebelum diangkut Dinas Lingkungan Hidup, namun kerap terkendala jadwal pengangkutan.
Maka dari itu, hadirnya Coklat Kita Silatusantren ke ponpes Al-Ma’Mun menjadi moral penting guna memupuk kepedulian santri akan pentingnya pemilahanan sampah guna menjaga kelestarian lingkungan. Bahkan dirinya menegaskan, pihaknya akan langsung mengaplikasikan edukasi terkait pemilahan sampah yang diberikan pada pelaksanaan Coklat Kita Silatusantren.
“Ke depan, kami akan mempraktikkan cara pengelolaan sampah di dalam lingkungan pesantren, agar tidak semua langsung dibuang ke TPA. Warga sekitar pun sudah terbiasa menjual sampah botol plastik ke pengepul sehingga volumenya berkurang,” ungkap Hasan.
Baca Juga:Coklat Kita Silatusantren di Subang: Dorong Santri Jadi Pelopor Gerakan Peduli SampahCoklat Kita Silatusantren ke-7 Sukses Digelar, 2.000 Santri Ponpes Nurul Iman Sambut Antusias Kegiatan
Penggagas Coklat Kita Silatusantren 2025, Yudi Wate Angin, menyebutkan rangkaian kegiatan tahun 2025 digelar di berbagai pesantren di Jawa Barat, antara lain di Cianjur, Bandung, Garut, Cirebon, Kuningan, Tasikmalaya, Purwakarta, Subang, dan Pangandaran.
Menariknya, kegiatan serupa digelar di Ponpes Al-Qur’aniyah Krangkeng, Indramayu, pada hari yang sama, dan akan ditutup di Ponpes Manba’ul Huda Cisambeng, Majalengka, Sabtu (30/8/2025).
“Total ada 15 pesantren yang menjadi tuan rumah Silatusantren tahun 2025. Alhamdulillah, seluruh rangkaian berjalan lancar dan penuh kesan. Harapannya, pesantren dapat menjadi teladan dalam menjaga kebersihan sekaligus memberi edukasi kepada masyarakat sekitar,” ujar Yudi.
Selain menyampaikan pesan lingkungan, Coklat Kita Silatusantren juga mempererat hubungan antara pesantren, tokoh masyarakat, dan pihak swasta. Program ini diharapkan berkesinambungan serta menjadi inspirasi bagi pesantren lain di Jawa Barat dalam membangun budaya bersih dan mandiri mengelola sampah. (dam/adv)
