Sukma Lintang Juara Lead Putri di EISCC 2025

Sukma Lintang Juara Lead Putri di EISCC 2025
Atlet Daerah Istimewa Yogyakarta Sukma Lintang Cahyani memanjat dinding pada final kategori lead putri saat mengikuti kompetisi panjat tebing Eiger Independece Sport Climbing Competition (EISCC) 2025 di Jalan Sumatera, Kota Bandung, Sabtu (16/8). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

“Saya di Malaysia dan saya beli tiket untuk terbang ke Indonesia. Ini kali pertama saya datang ke Indonesia,” sambung Glotova.

Dirinya juga sekaligus ingin melihat level kompetisi atlet Indonesia. Termasuk melihat level gaya kompetisi atlet tim Indonesia. Menurutnya hal tersebut sangatlah menarik.

Tidak menutup kemungkinan, kata Glotova, dirinya bakal mengikuti ajang EISCC tahun-tahun selanjutnya.

“Ya (bakal ikut lagi), sangat menarik,” tandasnya.

Baca Juga:Honda Revo Makin Garang usai Dapat Penyegaran, Adopsi Tampilan Sporty ala Motor BalapKemenhub Dorong Integrasi Transportasi untuk Efisiensi dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional 

Public Relations Executive Eiger, Shulhan Syamsur Rizal, mengatakan penyelenggaraan tahun ini merupakan edisi ke-16 sejak pertama kali digelar pada 2001.

“Ini kompetisi bergengsi bagi pegiat panjat tebing di seluruh Indonesia,” katanya.

Menurut dia, Eiger tak hanya mendirikan sekolah panjat di Bandung, Surabaya, Makassar, Bali, dan Jakarta, tapi juga konsisten menggelar kompetisi. Karena tidak bisa hanya ada sekolah, harus ada pembinaan.

Dia menambahkan jalannya lomba sempat tertunda karena hujan. “Lancar, kendala besar di cuaca, hujan sempat menunda. Tapi ada satu yang unik, peserta dari Rusia daftar karena sosial media dia melihat poster pendaftaran,” ujar Shulhan.

Menurut Shulhan, kualitas kompetisi tahun ini meningkat terutama di kategori lead. Dirinya memastikan, gelaran EISCC akan terus digelar dengan peningkatan standar.

“Komitmen harapan Eiger, bisa terus menyelenggarakan EISCC, terus menaikkan level standar olahraga panjat tebing, supaya lebih bergengsi di kemudian hari bisa,” tutur Shulhan.

“Mempunyai value. Rencana ke depan mengadakan kompetisi ASEAN coba naikin olahraga panjat di negara,” pungkasnya.

0 Komentar