JABAR EKSPRES – Ratusan pencari kerja memadati sebuah gerai makanan cepat saji di Kota Bandung, sejak Rabu (13/8) pagi. Mereka rela mengantre sampai siang hari untuk mendapatkan kesempatan bekerja di tengah terbatasnya lowongan.
Seorang pelamar kerja, Devina (22), mengaku sudah menunggu sejak pukul 09.00. “Sulit banget apalagi dengan keadaan melamar gini aja nunggu lama banget,” katanya kepada Jabar Ekspres di lokasi.
“(Lama, red). Gak langsung ke dalam, enggak langsung masuk. Kita dari jam 9 pagi. Lebih kasian yang dari pagi banget,” sambung Devina.
Baca Juga:Banyak Kawasan Industri, Pengusaha Australia Didorong Investasi di Jawa Tengah Newcastle Resmi Gaet Malick Thiaw dari AC Milan, Kontrak Empat Tahun
Sementara itu, pelamar kerja lainnya, Indah (19), menyoroti terkait pengalaman kerja. Hal tersebut menurutnya hambatan bagi para angkatan kerja yang hendak memulai terjun menjadi pegawai.
Dia menyayangkan, calon pekerja yang baru lulus kerap tersisih karena minim pengalaman. Hal ini masih menjadi hambatan bagi mereka. “Tantangan fresh graduate tuh HRD nyari yang berpengalaman,” sesal Indah.
“Sementara kami cuma ada pengalaman magang. Apalagi kalau lulusan SMA. Kami harapkan lebih banyakin lowongan kerja juga buat para fresh graduate. Kami juga tidak punya pengalaman kerja. Kan, jadinya kurang percaya diri,” tandasnya.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik Kota Bandung, data terakhir menyoal tingkat pengangguran terbuka hingga Agustus 2024 mencapai 7,40 persen atau sekitar 100.300 jiwa dari total 1.354.900 angkatan kerja. Angka ini di atas rata-rata nasional dan belum mencakup korban pemutusan hubungan kerja (PHK).
Adapun dilihat dari data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) per Februari 2025, TPT nasional tercatat sebesar 4,76 persen, turun 0,06 poin dibanding setahun sebelumnya. Jawa Barat menempati posisi ketiga tertinggi secara nasional dengan TPT sebesar 6,74 persen, disusul Papua (6,92 persen) dan Kepulauan Riau (6,89 persen)
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Andri Darusman, mengatakan 941 warga di-PHK hingga Mei 2024. Andri menyebut tantangan terbesar ada pada pelamar kerja angkatan lulusan baru.
“Sampai Mei 2024, terdata 941 orang warga Kota Bandung di-PHK. Dan ini belum termasuk lulusan SMA, SMK yang tidak melanjutkan kuliah dan belum mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.
Baca Juga:Perpisahan Haru Gianluigi Donnarumma dari PSGSelangkah Lagi Gabung Everton, Jack Grealish Siap Reinkarnasi di Goodison Park
Dia menjelaskan, mereka harus bersaing dengan pekerja berpengalaman yang terkena PHK. Pemerintah kota, kata dia, mendorong pelatihan keterampilan dan wirausaha untuk menekan angka pengangguran.
