Bidik Pesepakbola Putri, MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 Gelar Turnamen di 10 Kota

MilkLife Soccer Challenge 2025
(kiri - kanan) Clea Abelia atlet jebolan MilkLife Soccer Challenge Jakarta, Didiet Fadriana Abdulkadir Business Unit Head (Dairy) – Savoria sebagai produsen susu MilkLife, Teddy Tjahjono Program Director MilkLife Soccer Challenge, Vivin Cahyani Sungkono Exco PSSI saat Press Conference Kick Off MilkLife Soccer Challenge 2025 –2026 di Jakarta (31/7).
0 Komentar

”Dari hasil survei kami, dua kota tersebut punya minat yang cukup tinggi terhadap sepak bola putri. Harapannya pada MLSC kali ini secara kualitas peserta semakin meningkat, dan dari sisi kuantitas juga mengalami penambahan dari gelaran sebelumnya,” imbuh Teddy.

Selain penambahan dua kota baru, Teddy mejelaskan, perbedaan lainpada MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 adalah dimensi lapangan KU 12 yang sebelumnya 24 x 40 meter menjadi 26 x 42 meter (KU 10 masih menggunakan ukuran lapangan sebelumnya), titik penalti menjadi 10 meter dari gawang, kick off dimulai dengan dua sentuhan, serta untuk pertandingan babak semifinal, final, dan atau 8 besar KU 10 menggunakan lapangan KU 12.

”Peraturan yang dipakai pada MLSC merupakan peraturan khusus pertandingan yang disesuaikan dengan Peraturan Umum PSSI untuk pengembangan usia dini,” tandasnya.

Baca Juga:Dominasi yang Terus Terjaga: Jatayu U-10 dan Pajagalan U-12 Pertahankan Gelar di MilkLife Soccer Challenge Bandung 2025Wali Kota Bandung Pastikan Stok Beras Medium Aman, Pantau Langsung Distribusi di Pasar dan Retail

Sementara itu, Business Unit Head (Dairy) – Savoria sebagai produsen susu MilkLife, Didiet Fadriana Abdulkadir menuturkan, komitmen pihaknya kembali mendukung turnamen ini karena antusiasme peserta yang terus meningkat, serta sederet prestasi gemilang yang berhasil diraih oleh para atlet.

”Demi memompa motivasi para srikandi muda, Milklife juga akan memberi satu karton susu berukuran 115 ml per bulan yang disuplai selama enam bulan untuk para juara di setiap penyelenggaraan,” terangnya.

Didiet pun mengapresiasi para peserta yang terus mengalami peningkatan di setiap seri maupun kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge. Terlebih beberapa dari mereka telah merasakan merumput di turnamen internasional dan ada pula yang tengah mengikuti seleksi timnas U-16.

”Artinya yang kami lakukan selama ini sudah berjalan sesuai dengan visi. Tentunya kemampuan para atlet jika ditopang dengan asupan nutrisi seperti susu MilkLife diharapkan menambah energi, strategi, dan mental juara untuk #BeraniCetakGol,” ungkap Didiet.

Di tempat yang sama, Vivin Cahyani Sungkono, Exco PSSI menyambut bangga MilkLife Soccer Challenge yang digelar secara rutin dan berkelanjutan.

Ia menilai bahwa turnamen ini menjadi cikal bakal lahirnya pesepakbola putri profesional yang kelak berlaga pada turnamen di level yang lebih tinggi secara berjenjang. Di samping itu, MLSC dianggap sudah selaras dengan program pembinaan dari PSSI yang juga mendapat dukungan penuh dari organisasi tersebut.

0 Komentar