Karni, salah satu tokoh internal yang terlibat dalam proses rekonsiliasi ini, menyebut keputusan bersama tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat awal berdirinya KNPI.
“Kami sadar bahwa pemuda Cimahi butuh ruang untuk bertumbuh, bukan untuk saling bertarung kepentingan. Kami ingin KNPI benar-benar menjadi rumah bersama,” katanya.
Penegasan yang muncul dari ketiga tokoh muda ini menjadi penting di tengah realitas sosial yang membayangi pemuda Cimahi hari ini.
Baca Juga:Tolak RKUHAP, Ini Empat Tuntutan BEM SI! Menuju BLUD, RS Asih Husada Harus Lepas Ketergantungan APBD
Tingginya angka pengangguran di Kota Cimahi yang disebut-sebut menjadi yang tertinggi di Jawa Barat membutuhkan solusi kolektif dan kepemimpinan yang berpihak pada gagasan, bukan sekadar kekuasaan.
Langkah rekonsiliasi ini pun disebut sebagai awal dari gerakan kolektif yang lebih besar. Sebuah manuver politik yang bukan hanya mencerminkan kedewasaan, tetapi juga komitmen untuk menjawab tantangan zaman melalui kolaborasi, bukan kontestasi. (Mong)
Reporter: Firman Satria
