”Kalau tahun lalu hadiah totalnya Rp100 juta, sekarang naik menjadi Rp150 juta. Dari sisi peserta juga meningkat, total 520 orang. Kategori Open diikuti sekitar 280-an orang, Veteran 70 orang, U18 sebanyak 54 orang, dan kategori Beregu Mahasiswa melibatkan 120 mahasiswa,” tutur Syamsul.
Adapun sistem pertandingan disesuaikan dengan karakter tiap kategori. Kategori Open akan memainkan sembilan babak, sementara kategori Veteran, 18+, dan Beregu Mahasiswa masing-masing tujuh babak.
Sementara, Dicky Irfan Firmansyah, Sekretaris Panitia Super Chess Series III sekaligus Sekretaris Umum Percasi Jawa Barat menjelaskan, kehadiran kategori beregu antar kampus membawa semangat berbeda ke dalam turnamen tahun ini.
Baca Juga:Buktikan Pemerataan dan Permudah Pelayanan, Jumlah Faskes Tingkat Pertama dan RS Mitra BPJS Kesehatan Naik 88%All Stars Bandung Rebut Gelar Juara HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars
Ia menilai atmosfer pertandingan bakal semakin menarik karena para peserta mewakili almamaternya.
”Beregu antar kampus punya nuansa yang beda. Mereka bertanding bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga membawa nama kampus. Itu bikin pertandingan lebih hidup dan terasa greget-nya,” ucap Dicky.
Ia menyebut, lebih dari separuh perguruan tinggi yang masuk 10 besar kampus terbaik nasional turut berpartisipasi, di antaranya Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Brawijaya, Universitas Padjadjaran (Unpad), hingga BINUS.
”Beberapa kampus bahkan mendaftarkan lebih dari satu tim. Kami dorong keterlibatan kampus-kampus besar dan ternyata sambutannya luar biasa,” lanjutnya.
Namun, ia juga mengakui ada tantangan tersendiri karena turnamen berlangsung saat masa libur panjang akademik. Banyak mahasiswa yang sedang pulang ke kampung halaman, menjalani program magang (PKL), atau terlibat dalam kegiatan penerimaan mahasiswa baru, sehingga penyusunan tim tidak semudah biasanya.
”Biasanya event kampus itu digelar di dalam lingkungan kampus. Sekarang kita coba di luar kampus, dan ternyata responsnya tetap besar. Ini menunjukkan bahwa gairah terhadap olahraga catur di kalangan mahasiswa masih sangat tinggi,” kata Dicky. (*)
