JABAR EKSPRES – Perebutan Ballon d’Or 2025 diprediksi akan menjadi salah satu yang paling menarik dalam beberapa tahun terakhir.
Dua nama muda yang mencuat dalam persaingan ini adalah Lamine Yamal dari Barcelona dan Ousmane Dembele dari Paris Saint-Germain.
Gerard Piqué, mantan bek andalan Barcelona, memberikan pandangan pribadi terkait persaingan ketat ini. Ia pernah berbagi ruang ganti dengan keduanya dan tahu betul karakter serta kualitas mereka sebagai pesepak bola.
Baca Juga:Tak Main-Main, Bek Anyar Persib Ternyata Pernah Main di Liga PortugalBupati Bogor Dorong Pengembangan Desa Wisata, Langkah Awal Penguatan Ekonomi Lokal!
Meski menyatakan kekagumannya terhadap Dembele, Piqué akhirnya menjatuhkan pilihan pada Lamine Yamal sebagai favoritnya untuk memenangi Ballon d’Or tahun ini.
Menurut Piqué, Yamal tidak hanya bersinar di lapangan bersama Barcelona, tetapi juga menunjukkan kedekatan personal dengannya lewat keterlibatannya dalam proyek King’s League, kompetisi hiburan sepak bola yang turut digagas Piqué.
“Mereka berdua luar biasa. Saya sangat menyayangi keduanya,” ujar Pique kepada Mundo Deportivo.
“Saya lebih memilih Lamine Yamal karena dia masih di Barcelona dan juga terlibat dalam King’s League. Dia punya tim di sana, jadi saya ingin dia menang,” ungkap Pique.
Yamal memang tengah menjalani musim yang fenomenal. Di bawah asuhan Hansi Flick, ia berhasil mengangkat performa Barcelona dan berperan penting dalam keberhasilan tim meraih tiga gelar domestik.
Di usia yang baru menginjak 17 tahun, Yamal telah menunjukkan kematangan luar biasa di lapangan. Ia menjadi starter reguler dan memainkan peran vital dalam berbagai laga krusial.
Namun, kegagalan Barcelona di ajang Liga Champions musim ini sedikit mengganggu peluangnya untuk memenangkan Ballon d’Or. Banyak pengamat menyebut gelar kontinental Eropa menjadi faktor penting dalam menentukan pemenang penghargaan tersebut.
Baca Juga:Wilujeng Sumping! Ini Profil Julio Cesar Suksesor Nick Kuipers di Persib BandungJauh Dari Rumor! Persib Resmi Datangkan Julio Cesar, Frans Putros dan Christian Gomis Failed?
Meski demikian, performa Yamal tetap membuatnya layak masuk dalam jajaran kandidat kuat. Namanya disebut sejajar dengan bintang-bintang top Eropa lainnya, sebuah pencapaian luar biasa untuk pemain seusianya.
Ousmane Dembele sendiri tak kalah gemilang. Setelah hijrah ke PSG, ia menemukan kembali bentuk terbaiknya dan menjadi bagian penting dari kesuksesan klub asal Paris itu di kompetisi Eropa.
Sebagai pemain yang pernah mengalami pasang surut karier di Barcelona, Dembele kini tampil lebih dewasa dan konsisten. Banyak pihak menilai musim ini menjadi titik balik bagi sang winger eksplosif tersebut.
