Apa yang terjadi setelah itu setelah Bitcoin naik?
Seperti yang kita ketahui, pada tahun 2024, harga Bitcoin sempat menyentuh angka 100.000 USD, atau sekitar Rp1,7 miliar. Bahkan, dalam beberapa saat nilainya sempat melewati angka tersebut hingga menyentuh Rp1,8 miliar. Dari sinilah Kiki berhasil meraih keuntungan hingga puluhan miliar rupiah dari Bitcoin.
Hingga saat ini, Kiki masih sepenuhnya percaya bahwa harga Bitcoin akan terus naik. Ia sama sekali belum menjual aset Bitcoin miliknya.
Sekarang bayangkan: jika benar harga Bitcoin mencapai Rp20 miliar per keping pada tahun 2034, berapa nilai kekayaan Kiki nanti? Bisa jadi ratusan miliar — bahkan mungkin menembus triliunan rupiah.
Baca Juga:Aplikasi NEXT 15 Terbukti Skema Ponzi, Pengguna Mulai Sulit Tarik Dana10 Tempat Wisata di Raja Ampat yang Bikin Kamu Lupa Pulang, Terancam Hilang Karena Tambang Nikel
Setelah kami melakukan riset lebih mendalam, ternyata Bitcoin benar-benar memiliki potensi untuk menjadi solusi atas berbagai permasalahan ekonomi global saat ini. Sebagai contoh, jika seseorang hanya menyimpan uang dalam bentuk fiat atau uang kertas, maka nilai uang tersebut akan terus tergerus inflasi. Dalam tiga tahun ke depan, nilai uang Anda bisa berkurang hingga setengahnya.
Beberapa orang mungkin akan berkata, “Kalau begitu, saya lebih memilih berinvestasi pada emas.” Namun, emas dalam jumlah besar tentu menyulitkan dalam hal mobilitas. Bagaimana cara Anda membawa emas ke mana-mana? Bagaimana cara menyimpannya jika jumlahnya sangat besar? Semua itu tentu merepotkan.
Di sinilah keunggulan cryptocurrency, terutama Bitcoin. Teknologi ini merupakan inovasi keuangan paling mutakhir yang sejauh ini memiliki pertumbuhan nilai lebih tinggi dibandingkan emas. Namun, berbeda dengan emas, Bitcoin dapat dibawa ke mana pun dan mudah untuk dipindahkan. Proses transfer Bitcoin pun sangat cepat dan efisien.
Selain itu, Bitcoin bersifat terdesentralisasi, artinya tidak dikontrol oleh satu otoritas atau pemerintahan mana pun. Sejak diluncurkan pada tahun 2009, Bitcoin belum pernah mengalami peretasan satu kali pun hingga saat ini.
Secara ilustratif, Bitcoin bisa disamakan dengan properti di New York pada era 1960-an. Orang-orang yang membeli properti pada masa itu kini telah menjadi sangat kaya. Semua orang tentu ingin berinvestasi properti di New York karena nilainya hampir pasti naik. Tapi, tantangan utamanya adalah harga properti tersebut sangat mahal dan tidak bisa dibagi-bagi dalam unit kecil.
