Persoalan Sampah di Kota Bandung Dibiarkan?

Ilustrasi: Tumpukan sampah di pinggir jalan beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Ilustrasi: Tumpukan sampah di pinggir jalan beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Sejumlah TPS di Bandung menjadi penuh dan meluber, hingga warga terpaksa membuang sampah di tempat-tempat gelap pada malam hari, memunculkan titik-titik baru sampah liar yang mencemari lingkungan.

Hal ini, kata Dedi, menandakan bahwa edukasi dan sosialisasi yang dilakukan pemerintah kota hingga ke level RW belum berjalan dengan baik.

Program-program alternatif, seperti manggotisasi, juga dinilai gagal karena lebih mengejar insentif daripada menyelesaikan masalah sampah secara nyata.

Baca Juga:Dicibir di Negeri Sendiri, Nama Beckham Putra Justru Disanjung Jepang!Setan Merah Incar Moise Kean, Mesin Gol Baru di Ambang Old Trafford?

“Ada indikasi bahwa persoalan sampah di Bandung justru sengaja dibiarkan. Ini bukan hanya soal manajemen yang buruk, tapi juga ada dugaan kuat praktik politik transaksional, kolusi, nepotisme, bahkan korupsi di dalamnya,” ungkap FK3I.

Dirinya menegaskan perlunya langkah konkret dari pemerintah kota. Tidak cukup hanya dengan pola angkut dan buang. Dibutuhkan skema pengelolaan mandiri di kawasan-kawasan berpengelola dan permukiman, dengan dukungan dari kelurahan, kecamatan, serta edukasi dan pendampingan langsung kepada masyarakat.

“Kalau terus seperti ini, tumpukan sampah liar akan terus jadi pemandangan sehari-hari warga Bandung. Dan ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga soal kesehatan publik dan tata kelola pemerintahan yang buruk,” pungkasnya. (Dam)

0 Komentar