“Evaluasi tingkat aktivitas Gunung Tangkuban Parahu akan dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan signifikan,” tegasnya.
Diketahui Tangkuban Parahu merupakan gunung api aktif yang berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang. Gunung api ini memiliki 9 kawah dengan dua kawah utama berada di area puncak, yaitu Kawah Ratu dan Kawah Upas.
Erupsi G. Tangkuban Parahu pada umumnya berupa letusan freatik dari Kawah Ratu. Aktivitas erupsi terakhir pada tahun 2019 dimulai dengan erupsi freatik dari Kawah Ratu, yaitu pada tanggal 26 Juli 2019 pukul 15:48 WIB terjadi erupsi freatik di kawah Ratu, seiring dengan meningkatnya tingkat kejadian aktivitas erupsi yang cukup signifikan.
Baca Juga:Angin Kencang Terjang 2 Desa di Ciamis, Puluhan Rumah RusakPemkab Bogor Segera Lakukan Rotasi Jabatan Eselon II
Lalu sejak tanggal 2 Agustus 2019 pukul 08:00 WIB tingkat aktivitas G. Tangkuban Parahu ditingkatkan menjadi Level II (Waspada). Setelah menjalani fase erupsi selama hampir 3 bulan lamanya.
Aktivitas vulkanik mengalami penurunan secara signifikan sehingga tingkat aktivitasnya kembali diturunkan menjadi level I (Normal) tanggal 21 Okober 2019 pukul 09:00 WIB. (Wit)
