Konsistensi Itu Juara
Kemenangan Jatayu U-10 dan Pajagalan U-12 bukan sekadar cerita tentang gelar yang dipertahankan. Ini cerita tentang konsistensi. Tentang bagaimana dua tim ini tak hanya hebat di satu turnamen, tapi mampu menjaga performa mereka dari tahun ke tahun. Hal itu pun diamini oleh Head Coach ‘MilkLife Soccer Challenge’, Timo Scheunemann.
“Pajagalan dan Jatayu ini luar biasa. Mereka konsisten. Mengikuti jejak Persib: juara deui. Tapi seperti yang tadi Pak Wali katakan, ini bukan masalah juara. Ini soal berkembang. Dan satu lagi: soal senang.”
Di mata Timo, kesenangan adalah kunci dari semua proses pembinaan di usia dini. Dimana hal ini mampu membentuk kecintaan dan rasa bangga terkait olahraga yang mereka geluti.
Baca Juga:Ngeri! Pemuda Tanpa Identitas Tewas Terlindas Truk Tambang di Parungpanjang Update Pelaksanaan Car Free Day Kota Bogor, Pemkot Buka 3 Opsi Lokasi Baru
“Dari orang tua dan sekolah, jangan sampai memberi tekanan. Biarkan mereka bermain. Ini masa kecil mereka. Kalau mereka senang, mereka akan rajin berlatih. Kalau sudah rajin, maka perkembangan akan datang sendiri,” jelasnya.
Dalam semangat membangun pondasi yang lebih kokoh, Timo bersama timnya kini menggagas program baru: Seneng Soccer, yang ditujukan untuk anak-anak di kategori U-8 atau setara kelas 1–2 SD.
“Kita ingin anak-anak itu datang ke lapangan dan merasa: wah, ini seru ya! Asyik! Dapat hadiah, ketemu teman baru. Jadi mereka gak takut atau bingung saat masuk ke dunia sepak bola,” ungkapnya.
Program ini tak hanya berfungsi sebagai pengenalan, tetapi juga sebagai sistem pasokan alami ke jenjang U-10. Timo menambahkan bahwa sejauh ini, partisipasi U-10 di berbagai kota masih kalah jauh dibanding U-12.
Langkah ke Depan: Dari MilkLife Soccer Challenge Bandung dan Mimpi Besar 2031
Komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife dalam pembinaan tidak berhenti di level turnamen. Mereka juga mengadakan ekstra training mingguan untuk pemain-pemain terpilih. Anak-anak ini akan dibina dalam dua jalur: MilkLife Class untuk SD dan Hydro Class untuk SMP. Program ini berfungsi sebagai jalur pembinaan berkelanjutan agar bakat yang ada tidak hilang di tengah jalan.
“Kami ingin mereka yang punya bakat tetap terpantau dan terus berkembang,” kata Timo.
