“Di Indonesia, sering kali produk anak-anak terlalu penuh dengan warna atau motif yang membuatnya kurang fleksibel. Kami ingin membuat sesuatu yang tetap fun, tapi juga timeless dan estetik,” lanjutnya.
Menariknya, Slava tidak hanya menjual produk, tetapi juga menyuarakan filosofi parenting yang mindful. lewat kampanye-kampanye di media sosialnya, Slava ingin mengingatkan para orang tua untuk memperhatikan kenyamanan dan kebutuhan anak di atas estetika semata.
“Sepatu bukan hanya pelengkap gaya, tapi medium anak untuk belajar berjalan, berlari, dan mengeksplorasi dunia harusnya tidak boleh asal pilih,” tuturnya.
Baca Juga:Kamar Gadget dan Shido Koffee Resmi Hadir di Sumedang: Perpaduan Kopi Berkualitas dan Produk AppleBerbagi Keberkahan di Bulan Ramadan, Maybank Indonesia Salurkan Santunan untuk 2.000 Anak Yatim dan Dhuafa
Sejak bergabung dengan Shopee, Slava mengalami lonjakan signifikan. Penjualan rata-rata mencapai 2.000–3.000 pasang per bulan, dan saat Ramadan bisa mencapai 10.000 pasang.
Bahkan Shopee sendiri telah mencatat potensi Slava untuk memenuhi hingga 123.000 pasang selama momen-momen puncak. Produk mereka tersebar hingga luar Jawa dan bahkan sempat dikirim ke Malaysia secara offline.
“Shopee itu jadi ekosistem yang cocok banget buat kita. Dari awal 2022, kita fokus ke sana karena data menunjukkan potensi yang luar biasa,” ungkap Muhammad Yunus selaku Owner dan Markerting Slava, Selasa (16/04/25).
“Tapi kami tetap jaga value. Ada garansi 30 hari, packaging rapi, bahkan bisa request kado untuk keponakan,” tambahnya.
Slava tidak hanya jadi alternatif produk anak lokal yang berkualitas, tapi juga contoh nyata bagaimana semangat gotong royong bisa melahirkan brand yang berdaya saing tinggi.
