“Revitalisasi gapura ini diharapkan tidak hanya menyelamatkan nyawa dan aset, tetapi juga mengembalikan fungsi estetika dan kebanggaan Kota Banjar sebagai gerbang wisata menuju Pangandaran,” kata Eri.
Kekhawatiran atas kondisi gapura ini juga disuarakan oleh warga dan pengendara yang kerap melintas di jalur tersebut. Salah seorang sopir angkutan umum, Supriatna (45), mengaku waswas setiap kali melintas di bawah gapura. “Saya lihat besinya sudah keropos dan berkarat. Kalau sampai runtuh, bisa menimpa kendaraan atau pejalan kaki. Pemerintah harus cepat bertindak,” ujarnya.
Senada dengan itu, Rina (38), warga sekitar Batu Lawang, menuturkan bahwa gapura tersebut sudah lama tidak diperhatikan. “Selain masalah keamanan, ini juga mengurangi estetika kota. Gapura selamat datang seharusnya jadi kebanggaan, bukan ancaman,” tuturnya. (CEP)
