Miris, Walhi Cacat Penyusutan Tutupan Lahan di Jawa Barat Capai 1 Juta Hektare!

Ilustrasi: Bangunan di atas lahan perkebunan teh di Jawa Barat. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Ilustrasi: Bangunan di atas lahan perkebunan teh di Jawa Barat. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Dia mengungkapkan, beberapa perusahaan lain yang patut diduga telah menyalahi tata ruang di kawasan Puncak Bogor, hasil obeservasi lapangan Walhi Jabar di antaranya yakni, wisata kuliner Asep Stroberi, Pabrik Teh Ciliwung di Telaga Saat, Agro Wisata Gunung Mas, JSI hingga Hotel CIGWA.

Selebihnya, vila-vila yang cukup besar dinilai turut menjadi faktor yang mendominasi alih fungsi lahan di wilayah tersebut.

“Melihat situasi tersebut tentunya kami secara organisasi perlu mengetahui lebih lanjut dan jelas, apa langkah selanjutnya setelah Gubernur Jabar melakukan pembongkaran Hibisch dan penyegelan kegiatan terhadap perusahaan Eiger,” ungkapnya.

Baca Juga:Degradasi Lahan Dinilai Jadi Pemicu Banjir di Bandung Timur, Pemkot Sebut Belum Ada Bahasan dengan Wilayah Pemangku KepentinganRektor Baru Unjani Resmi Dilantik, Targetkan Penambahan Kuota Mahasiswa di Tengah Persaingan Perguruan Tinggi 

Menurut Iwang, hal ini perlu dijawab secara tegas dan transparan oleh Kang Dedi Mulyadi (KDM, panggilan akrab Gubernur Jabar).

“Mengingat kegiatan yang telah berlangsung telah memberikan dampak buruk terhadap keberlangsungan lingkungan, bahkan telah menyebabkan bencana yang serius dari pelanggaran tata ruang tersebut,” pungkasnya. (Bas)

0 Komentar