Total Aset BPR dan BPRS milik Pemda tumbuh Rp0,39 triliun atau 5,74 persen (YoY), dari sebesar Rp6,88 triliun di Januari 2024 menjadi sebesar Rp7,27 triliun di Januari 2025.
Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh Rp0,46 triliun atau 19,02 persen (YoY), dari sebesar Rp2,42 triliun pada Januari 2024 menjadi sebesar Rp2,88 triliun pada Januari 2025.
Kredit/Pembiayaan yang diberikan tumbuh Rp0,44 triliun atau 8,67 persen (YoY), dari sebesar Rp5,17 triliun pada Januari 2024 menjadi sebesar Rp5,61 triliun pada Januari 2025.
Perkembangan Penyaluran Kredit UMKM dan KUR
Baca Juga:Program Mudik Aman Sampai Tujuan Bersama Bio Farma 2025: Bio Farma Berangkatkan 600 PemudikGubernur Jabar Rotasi Sejumlah Pejabat, Dedi Mulyadi: Kerja dengan Saya Capek, Banyak Gagasan Tiba-tiba
Secara Nasional, total penyaluran KUR per Januari 2025 mencapai Rp7,06 triliun, sedangkan penyaluran KUR di Jawa Barat mencapai Rp816 miliar (11,56 persen terhadap nasional).
Provinsi Jawa Barat menjadi penerima KUR terbesar ketiga setelah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Sampai dengan Januari 2025, terdapat 19.889 pelaku usaha di Jawa Barat yang memperoleh pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan total nominal pembiayaan sebesar Rp815,91 miliar, dan outstanding saat ini mencapai Rp731,87 miliar.
Berdasarkan skema pembiayaannya, KUR untuk sektor mikro lebih dominan, dengan porsi 84,30 persen, diikuti KUR Kecil (15,57 persen), KUR TKI (0,11 persen), kemudian KUR Super Mikro (0,02 persen).
Perkembangan Kinerja Pasar Modal, PVML, & PPDP
Jumlah investor Pasar Modal wilayah Jawa Barat menunjukkan pertumbuhan tinggi.
Pada Januari 2025, jumlah investor saham di Jawa Barat sebanyak 2.927.760 Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 8,44 persen YoY.
Demikian juga dengan jumlah investor Reksa Dana, Saham dan SBN yang masing-masing tumbuh sebesar 50,39 persen YoY, 20,73 persen YoY dan 20,97 persen YoY.
Nilai transaksi saham di Jawa Barat mencapai Rp271 triliun atau tumbuh 18,80 persen YoY.
Baca Juga:27 Kabupaten dan Kota Serentak Bentuk Satgas Pemberantasan PremanismeTeman Mudik untuk Ragam Kebutuhan Perjalanan, Alfaexpress Hadir di Rest Area, Stasiun, dan Bandara
Sementara itu, penyaluran pembiayaan melalui Modal Ventura di Jawa Barat sebesar Rp3 triliun dengan pertumbuhan sebesar 1,73 persen YoY, meningkat dibandingkan Januari 2024 yang sebesar 0,1 persen YoY dengan nilai tingkat Non Performing Financing (NPF) Modal.
Ventura posisi Januari 2025 sebesar 3,49 persen.
Total aset Dana Pensiun di Jawa Barat pada posisi Desember 2024 mengalami kontraksi 14,12 persen YoY menjadi Rp25,23 triliun.
Kewenangan pengawasan dan perizinan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang dilakukan Kantor OJK Provinsi Jawa Barat (termasuk Kantor OJK Cirebon dan Kantor OJK Tasikmalaya) meliputi 2 Bank Umum/Bank Umum Syariah, 121 Bank Perekonomian Rakyat, 12 Bank Perekonomian Rakyat Syariah, 1 Perusahaan Penjaminan, 4 Dana Pensiun, 19 Perusahaan Gadai Swasta, 22 Lembaga Keuangan Mikro/Lembaga Keuangan Mikro Syariah, 1 Perusahaan Modal Ventura (PMV), 1 Perusahaan Efek Daerah (PED), 2 Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), 2 Perantara Pedagang Efek-Efek Bersifat Utang dan Sukuk (PPE-EBUS), 311 Kantor Cabang (KC) APERD, 7 KC Manajer Investasi, dan 82 KC Perusahaan Efek.
