JABAR EKSPRES – Wujud nyata guna menyokong masyarakat kota kembang beralih menggunakan transportasi umum, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menggodok mekanisme penghadiran angkutan massal Bus Rapid Transit (BRT).
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut, pemaksimalan BRT nantinya akan didukung lewat penghadiran fasilitas 34 halte yang rencana bakal di bangun dibeberapa titik wilayah Kota Kembang.
Namun, Farhan tak menjelaskan secara rinci lokasi mana saja yang bakal dibangun halte-halte tersebut. Tapi yang pasti, kata dia, pembangunan akan dilakukan di wilayah Bandung Tengah, Barat, hingga Timur Kota Kembang.
BACA JUGA: Bey Machmudin Jelaskan Soal Rebranding BRT Bandung Raya Jadi Metro Jabar Trans
“Ada 34 titik halte yang akan dibangun di sepanjang Bandung Tengah, Bandung Barat, sampai Bandung Timur,” kata Farhan.
Diakuinya, proyek ini merupakan salah satu upaya dalam mengurai kemacetan di kota kembang. Terlebih, pembangunan ini masuk ke dalam rencana strategis nasional dan dibiayai langsung oleh World Bank.
Maka dari itu, pihaknya hanya tinggal berani mengambil sebuah kebijakan guna pemaksimalan transportasi massal tersebut.
“Ini akan memaksa kita untuk lebih berani membuka jalan-jalan di kota Bandung bagi dedicated lane, bus, rapid transportation,” ucapnya.
BACA JUGA: BRT Bandung Bakal Difasilitasi Lintasan Khusus Sepanjang 21 KM
Diketahui, saat ini penggunaan angkutan massal di Kota Bandung baru menyentuh angka 12 persen. Maka dari itu, perlu rekontruksi ulang guna masyarakat tertarik beralih menggunakan transportasi publik.
Terlebih, proyek Tol Dalam Kota (Tol Bypass Urban Transport – BUTR) yang dirancang oleh pemerintah pusat bakal hadir di Kota Bandung. Maka dari itu, hal ini perlu diimbangi dengan penguatan angkutan umum di dalam kota. (Dam)