Terkait jumlah penerima MBG, nantinya pihak Kemendukbangga akan memberikan data kepada BGN.
Terlebih dirinya menegaskan jika Kemendukbangga hanya fokus untuk pendistribusian saja.
“Nantinya data ini akan menjadi dasar awal pembangunan dapur SPPG di setiap daerah. Untuk jumlah penerima akan diserahkan ke BGN, kita akan mulai di April berapa juta, Agustus berapa juta, hingga akhir tahun, itu harapan Presiden Prabowo,” ungkap dia.
“Kita fokus khusus distribusi saja, pendataan mereka serta monitoring serta evaluasi,” sambungnya.
Pastikan Menu MBG Peserta Didik dan Non Peserta Didik Berbeda
Baca Juga:Jelang HPSN 2025, Pemprov Jabar Tambah Kuota Pembuangan Sampah di CimahiPemkab Bandung Barat Kena Efisiensi Anggaran Rp130 Miliar, Ini Dampaknya!
Selain itu, Wihaji juga memastikan menu yang disajikan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk peserta didik dari siswa Paud hingga SMA, sementara non peserta didik merupakan Ibu hamil, menyusui, balita dan lansia.
“Menunya nanti disesuaikan, jadi ibu hamil sudah diukur nanti apa, ibu menyusui juga beda, balita juga beda. Kan gak mungkin balita 3 tahun dikasih yang keras-keras gitu,” katanya.
Meski berbeda, dirinya memastikan jika MBG ini pun akan dikawal oleh Ahli Gizi seperti peserta didik yang bisa merumuskan asupan mulai dari karbohidrat, protein dan lainnya.
“Sudah nanti ada rumusnya, karbohidratnya, karena itu disiapkan ahli gizinya. Nanti secara teknis pelan-pelan, sabarlah, sabar, tapi insya Allah dikerjakan, karena ini perintah Pak Presiden untuk anak-anak bangsa,” terang dia.
