Dalam keterangannya, ia mengakui bahwa bekerja di luar negeri memang bisa menjadi pilihan bagi masyarakat, terutama karena beberapa negara memang sedang membutuhkan tenaga kerja dari Indonesia.
Namun, Yassierli menekankan bahwa bekerja di luar negeri tidak seharusnya dianggap sebagai bentuk pelarian dari Indonesia.
Ia melihatnya sebagai kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia untuk meningkatkan keterampilan, memperoleh pengalaman, dan pada akhirnya kembali ke Tanah Air dengan bekal yang lebih baik.
“Kesempatan kerja di luar memang ada,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (17/2).
Ia menjelaskan bahwa pengalaman bekerja di luar negeri bisa menjadi modal besar bagi tenaga kerja Indonesia.
Dengan keterampilan dan ilmu yang diperoleh, mereka bisa berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional ketika kembali ke Indonesia.
Namun, Yassierli juga tidak menutup mata terhadap alasan utama di balik munculnya tren ini.
Banyak masyarakat, terutama generasi muda, yang merasa kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak di dalam negeri.
Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan berkualitas dan memberikan kesempatan yang lebih baik bagi warganya.
“Tapi ini tantangan buat kita. Kalau memang ini adalah aspirasi mereka, ayo, pemerintah create better jobs,” tegasnya.
Ia pun memastikan bahwa pemerintah akan terus berusaha meningkatkan kualitas lapangan pekerjaan agar masyarakat tidak merasa bahwa satu-satunya jalan keluar adalah mencari kehidupan yang lebih baik di luar negeri.
Pada akhirnya, tren atau viral tagging “Kabur Aja Dulu” mencerminkan realitas yang sedang dihadapi oleh banyak orang.
Bagi sebagian, pergi ke luar negeri bisa menjadi solusi untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Namun, bagi yang lain, bertahan dan berjuang di Indonesia adalah bentuk cinta terhadap Tanah Air.
Keputusan untuk “kabur” atau tidak tentu bukan hal yang bisa diambil dengan sembarangan.
Baca juga : Bulan Sutena Klarifikasi Soal Video Viral 1 Menit 14 Detik yang Heboh di Medsos
Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, mulai dari kesiapan finansial, kemampuan beradaptasi, hingga prospek jangka panjang.