Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Jabar Indra Maha mengatakan, harus dipastikan adalah masyarakat mendapatkan air yang layak, aman, dan murah, terutama melalui distribusi perpipaan.
Menurutnya, cakupan air perpipaan di Jawa Barat saat ini baru mencapai 25-30 persen. Sementara itu, jika memasukkan kontribusi dari air minum kemasan, cakupannya sudah mencapai lebih dari 90 persen.
“Secara keseluruhan, air minum layak di Jawa Barat sudah mencapai 94 persen, termasuk dari air minum kemasan. Namun, untuk air minum perpipaan baru sekitar 25 hingga 30 persen,” katanya
Baca Juga:Aneh, Camat Rancaekek Tidak Tahu Ada Proyek Besar di Jalan Raya Bandung-GarutLPJ Dana Desa Bojong, Bandung Barat diduga Fiktif, 11 Kegiatan Tidak Dilaksanakan!
“Dari total 13 juta Kepala Keluarga (KK) di Jabar, masih ada sekitar 6 juta KK yang belum teraliri air minum perpipaan.
‘’Kami terus berupaya memenuhi target 100 persen pada 2045 sesuai dengan visi Bappenas,” jelas Indra.
Sementara itu, kerja sama yang terjalin antara PDAM Tirta Raharja dan PT Moya Indonesia sejauh ini belum diketahui nilai investasi yang akan dikucurkan dalam proyek SPAM Ciparay tersebut.
Untuk di ketahui PT Moya Indonesia merupakan perusahaan yang menyediakan jasa penyediaan air bersih.
PT Moya Indonesia sendiri merupakan perusahaan patungan yang dibentuk bersama oleh Moya Holdings Asia Limited denga pusat kantor berada di Singapura.
PT Moya Indonesia sahamnnya dikuasai oleh Salim Group yang merupakan Taipan indonesia. Perusahaan ini kemudian mendapat tempat oleh Kementerian PUPR untuk mengerjakan sejumlah proyek pengadaan air bersih di berbagai Kota di Indonesia. Bahkan yang terbaru kabarnya akan jadi pemasok utama di Ibu Kota Nusantara (IKN). (agi/yan).
