Falcon Pictures mengatakan, film A Business Proposal yang digarap oleh sutradara Rako Prijanto sudah dikerjakan dengan penuh kehati-hatian. Tak hanya mengambil unsur Koreanya, film yang juga dibintangi oleh Ariel Tatum ini menyisipkan sisi Indonesia di dalamnya.
Sementara itu untuk permasalahan tokoh utama, Abidzar Al-Ghifari, Falcon Pictures merasa itu adalah hak seorang aktor untuk menonton karya sebelumnya atau tidak. Setiap aktor memiliki metode akting tersendiri yang tak bisa disalahkan.
“Seniman memiliki banyak cara (dan semua cara, valid) dalam melakukan pendekatan terhadap cerita,” jelasnya.
Baca Juga:Cuma Tap Tap Layar Sejam Cair Rp198.000 Saldo Gratis Langsung Masuk Dompet DigitalBacaan Dzikir Pagi Lengkap, Amalkan Tiap Hari Agar Hidup Berubah Menjadi Lebih Baik
Falcon Pictures meminta maaf kepada pihak-pihak yang tersinggung atas masalah Abidzar Al-Ghifari. “Kami meminta maaf atas perkataan dan perbuatan yang tidak tepat. Kami pastikan tidak pernah ada niat buruk terkandung dalam hati,” tutupnya.
Tak lama berselang, Abidzar juga turut menyampaikan permintaan maafnya dengan mengunggah tulisan melalui akun Instagram miliknya.
“Saya memohon maaf untuk semua yang telah tersakiti atas sikap, perbuatan dan ucapan saya yang salah. Terima kasih buat kalian semua sudah memberikan saya pelajaran yang sangat berharga. Hal ini menjadi pembelajaran yang besar untuk saya dalam berproses menjadi seseorang yang dewasa dan bijaksana,” demikian tulisnya.
Lalu apakah masih ada seruan boikot setelah dua permohonan maaf tersebut? kita akan membuktikan dengan melihat langsung apakah penayangan perdana film ini sukses dengan banyak penonton atau tidak.
