JABAR EKSPRES – Harga emas Antam setiap harinya terus merangkak naik, meski perlahan kenaikan ini masih banyak dipengaruhi oleh ketidak pastian perekonomian global yang belum juga membaik.
Harga emas yang di produski oleh PT Aneka Tambang ( antam ) pada Sabtu (1/2/2024) yang dijual di LM Graha Dipta tercatat mengalami kenaikan sebesar Rp 4.000 sehingga menjadi Rp1.624.000.
Sedangkan untuk harga jual atau Buy Back berada pada posisi Rp1.475.000 per gram dan mengalami kenaikan dengan harga yang sama yaitu Rp 4.000 per gram.
Baca Juga:Tega, Dana Bansos Milik Mak Inong Berusia 90 Tahun Diembat!Lagi Diklatsar Pecinta Alam di Gunung Joglo Bogor, Mahasiswa Uhamka Hilang!
Kenaikan ini merupakan catatan tertinggi sepanjang sejarah perdagangan emas dunia. Menurut data Refinitiv di pasar spot pada perdagangan pada (31/01/2025) mencapai US$2.801/troy ons atau mengalami kenaikan naik 0,25 persen dari posisi sebelumnya.
Dalam sepekan, emas terus mengalami penguatan sebesar 1,07 persen dan mengalami kinerja positif mingguan selama lima pekan berturut-turut.
Penguatan itu disebabkan adanya permintaan aset safe heaven yang terpengaruh dengan kondisi perekonomian global yang belum ada kepastian kapan akan membaik.
Se;ain itu, ancaman tarif pajak dari prsiden AS Donald Trump terhadap lonjakan pemintaan aset safe heaven memberikan sentimen negatif yang berdampak dengan adanya tekanan tinggi. Ditambah pengaruh pekembangan ekonomi global yang belum membaik.
Meski begitu, beberapa analisis pedagangan mengatakan, harga emas yang saat ini sedang mengalami kenaikan bisa dijadikan andalan untuk melakukan investasi melalui logam mulia itu.
Hal ini dilakukan karena beberpa tahun ke depan diprediksi harga emas akan terus mengalami kenaikan secara signifikan. Kondisi konflik di eropa yang semakin memanas dan situasi timur tengah yang atak kunjung membaik akan membuat pasar perdagangan emas dunia akan terus mengalami pergerakan.
