Naskah Khutbah Jumat: Perbaiki Diri untuk Mendapatkan Pendamping Hidup yang Baik

Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya, Tafsirul Qur’anil ‘Azhim, menjelaskan bahwa QS. An-Nur ayat 26 ini diturunkan untuk mempertegas posisi Aisyah istri Rasulullah SAW yang difitnah oleh orang-orang munafik.

Kala itu, Aisyah dituding selingkuh dengan Shafwan bin Mu’aththal saat pulang dari perang Muraisi’.

Dengan ayat tersebut mengindikasikan kepada kaum muslimin, bahwa tidak mungkin bagi Allah SWT menjadikan Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq sebagai istri Rasulullah SAW, kecuali merupakan wanita yang baik dan layak bersanding dengan makhluk yang paling mulia.

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah Selain itu, Sesungguhnya Islam menganjurkan kepada laki-laki untuk menikah dengan wanita yang salehah.

Sebab secara fitrah, seorang istri akan menjadi pendamping sepanjang hidup bagi suaminya di dunia.

Rasulullah SAW pernah menjabarkan kriteria wanita ideal dalam haditsnya. Informasi ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah RA:

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ‌تُنْكَحُ ‌الْمَرْأَةُ ‌لِأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

Artinya: Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, bahwasanya ia bersabda: “Wanita itu dinikahi karena empat hal: hartanya, silsilah keluarganya, parasnya, dan agamanya. Maka beruntunglah engkau yang menikah dengan wanita yang baik agamanya.” (HR. Bukhari)

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah Namun, sebelum memastikan bahwa calon pasangan telah memenuhi keempat kriteria tersebut, hal yang paling utama adalah menilai diri sendiri, sudah pantaskah kita untuk mendapatkannya?

Apakah kualitas yang kita miliki telah sejalan dengan kriteria yang kita harapkan? Sebab, sungguh tidak bijak jika seseorang menginginkan pasangan yang luar biasa, sementara diri dan usahanya masih biasa-biasa saja.

Percayalah, pasangan yang baik akan datang di waktu yang tepat, yaitu saat kita telah berusaha memantaskan diri sebagai pribadi yang layak untuk mendapatkannya.

Selain itu, setiap ikhtiar yang dilakukan harus selalu dibarengi dengan doa dan harapan kepada Allah SWT.

Salah satu doa yang dianjurkan untuk memperoleh pasangan dan keturunan yang baik adalah sebagaimana yang dipanjatkan oleh orang-orang saleh dalam Al-Qur’an, surat Al-Furqan ayat 74:

 رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

Artinya: “Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan