JABAR EKSPRES – Bendungan Leuwikeris yang terletak di wilayah Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya, saat ini mengalami masalah serius dengan penumpukan sampah plastik. Diduga, sampah-sampah tersebut merupakan kiriman dari daerah sekitar, termasuk Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Ciamis.
Humas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Rahmat, mengungkapkan bahwa sampah yang mengotori bendungan ini sebagian besar terdiri dari limbah rumah tangga, dengan jenis sampah yang paling mendominasi adalah plastik dan styrofoam.
Lebih lanjut, Rahmat mengakui bahwa belum ada koordinasi yang efektif antara BBWS dan pemerintah daerah, baik Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, maupun Kabupaten Ciamis, terkait penanganan dan pengelolaan sampah yang terus menumpuk di Bendungan Leuwikeris.
Baca Juga:Begini Kepribadian Brimob yang Gugur Saat Bertugas di Mata Sang PamanTahun Ini, Taman Alun-Alun Bandung Masuk Tahap Finalisasi
Sementara itu, Supriatna, salah satu warga yang tinggal dekat Bendungan Leuwikeris, mengungkapkan bahwa dampak dari penumpukan sampah ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau yang tidak sedap.
“Pernah waktu itu sampai bau anyir, itu kemungkinan besar dari sampah di Bendungan Leuwikeris,” katanya.
Bendungan Leuwikeris di Tasikmalaya, Jawa Barat selesai dibangun pada tahun 2024 dan menghabiskan anggaran sebesar Rp3,5 triliun. Bendungan ini dibangun sejak tahun 2016.
