Sebagaimana diketahui, stunting disebabkan oleh asupan makanan yang kurang bergizi sejak dalam kandungan dan biasanya terlihat setelah anak berusia dua tahun. Asupan yang tidak sesuai gizi dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan otak dan fisik anak.
Pemkot Bogor tegas menangani stunting melalui beberapa program dan inovasi andalan.
Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia tahun 2024, prevalensi stunting di Kota Bogor mengalami penurunan dari 18,7 persen menjadi 18,2 persen. (YUD)
