JABAR EKSPRES – Korban Pinjaman Online (pinjol) kembali berjatuhan, kali ini ada sekeluarga yang nekad melakukan aksi bunuh diri di dalam rumahnya yang berada di kawasan Cireundeu, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan.
Para korban ditemukan oleh tetangganya pada minggu (15/12) sekitar pukul 11.00 WIB Siang. Warga berupaya memasuki rumah yang terkunci rapat tersebut dengan cara melompati jendela samping, karena akses menuju rumah tersebut susah dilalui.
Sampai didalam, pemandangan tragis langsung menyambut para warga, seluruh penguni rumah tersebut ditemukan sudah membujur kaku.
Baca Juga:Nonton Streaming Game 5 Menit, Cair Rp836 Ribu dari Aplikasi Penghasil Uang Tercepat 2024Milad Al Fitrah, Sukses Gelar Rangkaian Acara Amal Melibatkan Ratusan Masyarakat
Mereka terdiri dari 3 orang, yakni AF (31) sebagai kepala keluarga, kemudian YL (28) yang merupakan istri AF dan juga anak mereka yang masih balita AH (3).
Korban pertama yang ditemukan oleh warga adalah ibu dan anak YL dan AH yang tergeletak di dalam kamarnya, sementara korban AF ditemukan terpisah di dapur rumah tersebut dalam kondisi tergantung tali di sebuah kayu plafon rumah tersebut.
Warga lantas berupaya menyelamatkan para korban dengan membawanya ke klinik terdekat namun sayang sudah tidak terselamatkan.
Menurut penuturan Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Kemas, dari hasil penyelidikan, motif dari kematian tiga orang dalam satu keluarga tersebut diduga karena pinjol.
“Berdasarkan keterangan 4 saksi menyebut suaminya berinisial AF memiliki sangkutan atau pinjaman,” ujarnya memberikan keterangan.
Keempat orang saksi yang diperiksa oleh polisi, sebelumnya sempat didatangi oleh istri korban yang bercerita terkait masalah utang pinjol yang melilit suaminya tersebut.
“Korban perempuan berinisial YL sekaligus sebagai istri dan anaknya berinisial AH sempat bercerita jika suaminya AF berurusan dengan utang online,” lanjutnya.
Baca Juga:Awas, 3 Minuman ini Berpengaruh Pada Warna GigiBuruan Klaim Saldo DANA Gratis Rp57.000 Hanya Dengan Scan Barcode di Sini
Namun kepastian dari infomasi tersebut masih didalami oleh polisi untuk mencari kebenarannya.
