Revitalisasi Pencak Silat Lewat Serapan ‘Patalekan Usik Sanyiru’ Jadi Fokus Kampus UNIBI Prodi Ilkom Lakukan PKM

Jajaran dosen Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI), Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) bersama anggota perguruan Pencak Silat Panglipur Pamager Sari saat foto bersama usai lakukan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di wilayah Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Jajaran dosen Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI), Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) bersama anggota perguruan Pencak Silat Panglipur Pamager Sari saat foto bersama usai lakukan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di wilayah Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
0 Komentar

Nugraha atau akrab disapa Nunu menjelaskan, gerakan bela diri pencak silat Panglipur sudah banyak diterapkan oleh berbagai perguruan.

Menurutnya, walaupun berbagai perguruan banyak yang memakai gerakan pencak silat Panglipur, namun khusus untuk Sistem Pertahanan Usik Sanyiru Padanan beserta filosofisnya, saat ini hanya tinggal satu orang yang menerapkan.

“PKM ini juga bertujuan untuk mengenalkan filosofis dari gerakan pencak silat Panglipur yang hampir punah. Sekarang tinggal Abah Asep Gurwawan, yang menerapkan gerakan tersebut dengan filosofisny,” jelasnya.

Baca Juga:Kisah Unik di Laga Putri Smak 1-Trimulia: Duel Sengit dan Adu Strategi Suami-Istri!Comeback Dramatis SMA 1 BPK Penabur Bandung di Babak Fantastic Four

Nunu memaparkan, pada pelaksanaan PKM ini, gerakan-gerakan Sistem Pertahanan Usik Sanyiru Padanan, selain dituangkan dalam bentuk jurnal juga didokumentasikan untuk visualisasinya.

“Karena rencananya juga akan dibukukan dengan cetakan nantinya tiga bahasa. Dibuat buku dalam bentuk bahasa Indonesia, Belanda dan Inggris,” paparnya.

Nunu yang juga penulis buku Gerak Rasa Usik Sanyiru Padanan berharap, kegiatan yang dilakukan bisa menjadi pendorong, terhadap meningkatnya minat serta kepedulian masyarakat dan pemerintah, mengenai pencak silat yang bukan sekadar gerakan bela diri semata, melainkan beserta filosofisnya.

“Saya harap ini bisa jadi pilot project, untuk ke depannya di sini menjadi Kampung Pencak. Targetnya dibentuk pariwisata pencak, jadi kegiatan ini baru langkah awal,” pungkasnya. (Bas)

0 Komentar