Fadli Zon Apresiasi Inovasi Pertanian di Ciherang Banjaran, Teknik Salibu Mampu Tingkatkan Produktivitas Padi

Fadli Zon saat menghadiri kegiatan panen raya di Kampung Ciherang, Desa Kiangroke, Banjaran, Kabupaten Bandung, Rabu (9/10). Foto Agi
Fadli Zon saat menghadiri kegiatan panen raya di Kampung Ciherang, Desa Kiangroke, Banjaran, Kabupaten Bandung, Rabu (9/10). Foto Agi
0 Komentar

“Petani harus untung setidaknya 30 persen agar ada insentif yang mendorong mereka untuk terus bertani,” tambahnya.

Oleh karena itu, HKTI terus mendorong kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen dan peningkatan subsidi pupuk.

Menurut Fadli, pupuk merupakan salah satu instrumen penting dalam pencapaian hasil panen yang maksimal.

Baca Juga:Rudy Susmanto Ungkap Pesan Penting dari Prabowo, Diminta Jangan Ada Infrastruktur yang Rusak di Kabupaten BogorAntisipasi Potensi Bencana, Pj Wali Kota Cimahi Ingatkan Kesiapan Jelang Pilkada 2024

“Pemerintah perlu memastikan semua kebutuhan petani, termasuk pupuk, perubahan iklim, akses pasar, dan modal, tercukupi dengan baik. Bantuan peralatan juga harus tepat, jangan sampai salah pilih yang akhirnya tidak terpakai,” kata Fadli.

Dalam kesempatan yang sama, Fadli menyinggung pentingnya program makan siang bergizi yang rencananya akan digalakkan di bawah pemerintahan Prabowo Subianto.

“Kebutuhan pangan sangat penting, terutama untuk mendukung program makan siang bergizi bagi anak-anak. Program ini adalah tugas mulia untuk memenuhi gizi 280 juta rakyat Indonesia,” ujar Fadli.

Fadli juga berharap bahwa keberhasilan panen dengan teknik salibu di Ciherang dapat dicontoh dan diterapkan di daerah lain, sehingga ketergantungan pada impor beras dapat berkurang.

“Kita harus optimis dengan pencapaian ini, sehingga kedepan kita tidak perlu lagi mengimpor beras yang bisa merugikan petani lokal terutama saat panen raya,” pungkasnya.

0 Komentar