JABAR EKSPRES – Setelah lama kursi kepemimpinan Wali Kota Bandung kosong imbas pendahulu terjerat kasus korupsi Bandung Smart City. Berbagai harapan muncul dari masyarakat Kota Kembang jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024.
Harapan tersebut menyasar mulai dari meluasnya lapangan pekerjaan, terealisasinya transportasi publik yang terintegrasi, penyelesaian kemacetan di Bandung, dan terakhir pejabat yang bersih dari tindak pidana korupsi.
Bahkan, mengutip laporan Kota Bandung Dalam Angka yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), pada akhir tahun 2023 jumlah pengangguran di Kota Bandung mencapai 116.430 orang atau 8,83 persen dari total penduduk yakni 2.506.603 jiwa.
Baca Juga:Dandim 0613 Ciamis Ajak Wujudkan Swasembada PanganHari Pertama Pendaftaran Paslon Bupati dan Wakil Bupati, KPU Kabupaten Bandung Barat Masih Sepi
Hal tersebut tak sebanding dengan data jumlah lowongan pekerjaan yang dirilis Dinas Ketenagakerjaan pada laman Open Data Kota Bandung pada tahun 2023 yang hanya berkisar di 12.727 lowongan.
Menurut salah satu warga Gegerkalong, Indira Agustine menyebut, para pencari kerja sering terbentur dengan segala peraturan yang diberlakukan oleh tiap perusahaan. Disisi lain, diakuinya, event job fair yang kerap diselenggarakan oleh pemerintah belum menjawab sepenuhnya terkait perluasan lapangan pekerjaan.
“Susah yah, kadang ada yang relevan sama latar belakang pendidikan saya cuman kadang terbentur pengalaman. Ada yang cocok terkendala di identitas gender dan umur. Job fair pun ibaratnya rame gak puguh, jadi perlu solusi lah,” katanya kepada Jabar Ekspres.
Di tempat kedua, sebanyak 19 persen warga kota Bandung berharap agar pemimpin yang akan datang terbebas dari segala bentuk suap dan tindak pidana korupsi. Ironi, harapan ini muncul pada muda-mudi Kota Kembang dengan rentang umur 17-22 tahun.
