Punya Saldo Rugi, Ini BUMD Jabar Yang Tak Setor Dividen!

Ilustrasi aktivitas penumpang di Bandara Kertajati. Bandara itu dikelola oleh PT BIJB yang merupakan satu dari BUMD Jabar yang belum setor dividen.
Ilustrasi aktivitas penumpang di Bandara Kertajati. Bandara itu dikelola oleh PT BIJB yang merupakan satu dari BUMD Jabar yang belum setor dividen.
0 Komentar

JABAR EKSPRES, BANDUNG – Sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jabar tercatat tidak menyetorkan dividen kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. Itu untuk tahun buku 2023 atau setoran 2024. Termasuk usulan pada periode setoran 2025.

Itu terungkap pada rapat pertemuan antara Komisi III DPRD Jabar dengan sejumlah mitranya beberapa waktu lalu. Pertemuan itu membahas proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025. Atau dikenal dengan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS).

Berikutnya adalah PT Bandarudara International Jawa Barat (BIJB). Perusahaan yang mengelola Bandara Kertajati itu tidak menyetorkan dividen 2024 maupun di rencana usulan 2025. BUMD itu masih punya saldo rugi, termasuk beban utang yang tembus Rp2 triliun.

Baca Juga:41 Ribu Anak-anak di Jabar Terjerat Judi Online, Bey Machmudin Tanggapi Begini!Maju di Pilwalkot Bogor, Sahabat Rena Da Frina Mulai Atur Strategi

BUMD yang tidak setor dividen berikutnya adalah PT Migas Hilir Jabar. Kondisinya juga sama, masih memiliki saldo rugi. Kemudian juga PT Tirta Gemah Ripah. Perusahaan yang bergerak dalam pengelolaan air itu kondisinya juga memiliki saldo rugi.

Namun demikian tetap ada BUMD di sektor Non Lembaga Keuangan (NLK) milik Pemprov Jabar yang masih memberikan kontribusi dividen. Seperti PT Jasa dan Kepariwisataan (Jaswita) Jabar dengan setoran 2024 sebesar Rp 200 juta dan usulan 2025 sebesar Rp 150 juta. Lalu ada PT Migas Utama Jabar (MUJ) dengan setoran 2024 sebesar Rp 35 miliar sedangkan usulan 2025 sebesar Rp 6,7 miliar.(son)

0 Komentar