Dulu Sahrul, Kini Ali Syakieb, Apakah Strategi Dadang Supriatna di Pilkada 2024 Dapat Dulang Suara Dari Popularitas?

Dadang Supriatna menggaet Ali Syakieb di Pilkada 2024. (Instagram / dadangsupriatna)
Dadang Supriatna menggaet Ali Syakieb di Pilkada 2024. (Instagram / dadangsupriatna)
0 Komentar

“Kita lihat juga contoh kasus mundurnya artis Luki Hakim yang menjadi wakil Bupati di Indramayu karena adanya kasus konflik pasangan dengan kepala daerah,” lanjutnya.

Meski begitu, Firman menyebut pada Pilkada 2024 dirinya melihat head to head antara Dadang dan Sahrul patut dikaji. Karena keduanya sama sama memanfaatkan elektoral selebritasnya.

“Nah setelah menang, kalau kemudian tidak dilibatkan, dan itu yang terjadi di Kabupaten Bandung, kenapa Kang Dadang dan Sahrul pecah kan itu salah satu problem. Apalagi kasus wakil Bupati Indramayu Luki Hakim yang ekstrim langsung mundur, karena merasa tidak dilibatkan,” terang Firman.

Baca Juga:Rahasia Kulit Mulus: Manfaat Oatmeal untuk Wajah Sehat BersinarHari ini Tayang! Intip Sinopsis dan Fakta Unik Film Catatan Harian Menantu Sinting

Selain itu, fenomena artis yang terjun ke politik khususnya di Kabupaten Bandung lantaran adanya segmen pemilih yang melihat popularitas.

Sehingga kudu Dadang Supriatna melihat pola segemen popularitas masih dimainkan untuk meraih ceruk suara.

“Kita bisa lihat adanya segmen pemilih yang tertarik memilih karena popularitas si calon, itu kan sudah terbukti di pemilihan Bupati sebelumnya dimana Kang Dadang berpasangan dengan Kang Sahrul, kalau saya melihat pola itu yang akan diulang pada Pilkada sekarang,” katanya.

0 Komentar