“Kalau mengenal sejarah kan lebih mencintai daerahnya sendiri. Dengan menerapkan di mata pelajaran, pelajar dapat mengetahui sejarah di Cimahi sendiri,” ungkapnya.
Soni mengungkapkan tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah menemukan data valid tentang sumber-sumber cagar budaya, terutama bangunan yang masih tegak berdiri.
“Kendalanya di pencarian sumber, karena sebagian ada yang berbayar dan harganya juga lumayan mahal juga dan sulit karena biasanya dalam membuka suatu cagar budaya ada paswordnya,” ujar Soni.
Baca Juga:Banyak Dampak Negatif dari PKL yang Menjamur di Cicalengka Bandung, Banyak Pedagang Bukan Warga LokalPura-pura Beli, Pedagang Roti Keliling di Cileungsi Bogor jadi Korban Perampasan
Ia berharap, masyarakat lebih mengenal sejarah Kota Cimahi. Sebab di Cimahi banyak hal hal yang terjadi dan belum terexpose.
“Seiring dengan waktu, dari komunitas Cimahi Heritage kita mengajak orang-orang untuk menjadi guid wisata sejarah, peneliti cagar budaya, dan komunitas ini terbuka untuk semua kalangan siapapun yang mau bergabung bisa menjadi anggota,” ujarnya.
“Jadi tidak hanya kata orang, tetapi kita menggali dengan data yang valid,” pungkas Soni. (Mong)
