Sebaliknya, dia cenderung memberikan sebagian dari uang yang dia kumpulkan kepada orang-orang yang berutang karena merasa iba terhadap mereka.
Karena sifat humanisnya tersebut, A-Cheng sering kali merasa dilematis. Namun, suatu hari, serangkaian peristiwa mengubah hidupnya secara drastis.
3. One Day
“One Day” yang disutradarai oleh Banjong Pisanthanakun. Ceritanya mengikuti Denchai (diperankan oleh Chantavit Dhanasevi), seorang ahli IT.
Baca Juga:5 Kerja Freelance Bagi Pelajar 2024, Paling Untung Nambah Uang Saku5 Makna Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, Berawal dari Semangat Juang Organisasi Budi Utomo
Denchai telah lama mencintai Nui (diperankan oleh Nittha Jirayungyurn), rekan kerjanya.
Namun, dia menyadari bahwa Nui sudah memiliki kekasih dan tidak memperdulikan perasaannya.
Denchai berusaha dengan segala cara untuk mendapatkan perhatian Nui.
Suatu hari, karena sebuah insiden kecelakaan, Nui kehilangan ingatannya dan Denchai melihat peluang ini untuk mendekatinya, meskipun hanya untuk satu hari.
4. Brother of the Year
Latar belakang cerita dalam film “Brother of the Year” berkisar pada hubungan kakak-adik antara Chad (diperankan oleh Sunny Suwanmethanont) dan Jane (diperankan oleh Urassaya Sperbund).
Kisah ini dimulai dengan Chad yang memiliki adik perempuan, Jane. Chad merasa bahwa kasih sayang orang tua telah beralih sepenuhnya ke arah Jane.
Ketika keduanya tumbuh dewasa, sikap Chad sering kali membuat pasangannya, Jane, merasa sungkan, dan hubungan mereka sering kali berakhir dengan cepat. Jane sendiri sering kali bingung dengan perilaku kakaknya.
5. Miracle in Cell No. 7
Film Miracle in Cell No. 7 menjanjikan untuk menyentuh hati penontonnya. Kisah ini mengisahkan seorang ayah bernama Yong-Goo, yang memiliki keterbelakangan mental, dan dituduh melakukan suatu kejahatan saat mencoba menyelamatkan seorang anak perempuan.
Baca Juga:15 Ucapan Selamat Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2024 untuk Caption Status WA dan IG, Paling Inspiratif!Jadwal SIM Keliling di Karawang Senin 20 Mei 2024, Lengkap Gebyar Paten Pemda Karawang
Yong-Goo tidak mampu memberikan penjelasan atau membela diri, sehingga akhirnya ia dipenjara dan dijatuhi hukuman mati.
Putrinya yang berusia 4 tahun juga bingung dengan situasi tersebut. Di dalam penjara, Yong-Goo menjalin persahabatan dengan seorang narapidana yang kemudian berjuang untuk menyelundupkan pertemuan antara Yong-Goo dan putrinya.
Menonton film ini akan membuat penonton merasakan perpaduan antara kisah yang lucu dan menyedihkan, yang pada akhirnya menghangatkan hati.
