Lagi! Gara-gara Antrean TPA Sarimukti, Sampah Menumpuk di TPS Kota Bandung

JABAR EKSPRES – Antrean dari kendaraan pengangkut sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat (KBB), memberi dampak terhadap penumpukan sampah yang makin bertambah.

Hal demikian diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Dudy Prayudi dalam Rapat Pleno Satgas Percepatan Penerapan Kebiasaan Baru Pengelolaan Sampah Kota Bandung, pada Kamis (1/2) di Balaikota.

Dia menjelaskan, sering terjadi antrean di TPA Sarimukti. Hal demikian mengakibatkan banyak kendaraan yang menginap. Bahkan paling parah yaitu berdampak pada penumpukan di TPS. Pihaknya pun meminta penambahan transportasi pengangkut.

“Kendala tersebut berimbas pada TPS. Dari 255 TPS, ada 13 TPS yang perlu pengangkutan intensif dan perlu penambahan 1-3 tronton untuk menyelesaikan pengangkutan,” jelasnya.

Adapun berdasarkan angka ritasi sampah Kota Bandung, Dudy menuturkan bahwa angka pengangkutan ke Sarimukti masih berubah-ubah. Namun secara rinci, rata-rata 178 rit per hari atau atau 974 ton per hari dengan sisa kuota 3.168 rit.

Sementara, berdasarkan keterangan Dudy, terdapat 1.300 ton sampah harian Kota Bandung, sebanyak 934,5 ton dikirim ke TPA Sarimukti. Sebanyak 220,98 ton sampah dikelola secara mandiri dan 144,52 ton pengurangan sampah di sumber.

Secara bersamaan, kata Dudy, hal demikian didukung drngan pengelolaan sampah di sumber yang terus berjalan secara maksimal. Sampah organik diolah menggunakan Kang Empos, maggotisasi skala RW dan kelurahan, dan sebagainya.

“Penambahan sebanyak 95 RW KBS (Kawasan Bebas Sampah) atau 40 persen selama periode situasi darurat sampah hingga awal Januari 2024. Dengan penambahan sampah terolah di sumber sebanyak 9,50 ton/hari,” pungkasnya.

Writer: Nizar

Tinggalkan Balasan