JABAR EKSPRES – Akademisi sekaligus Pakar Transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Sonny Sulaksono, menilai Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung tak punyai keberanian dalam mengatasi permasalahan carut marutnya transportasi di Kota Bandung.
Hal itu terlihat dari ciutnya Dishub dalam memperjuangkan program dan anggaran kepada pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung. Padahal menurutnya, apabila Dishub lebih berani, para Akademisi siap mendukung keberjalanan program yang bakal dilakukan oleh Dishub.
“Dishub tidak terlalu berani untuk memperjuangkan program ke DPRD dari segi anggaran yang bakal dilakukan kedepan. Padahal kami para akademisi siap mendukung dishub dari belakang,” kata Sony kepada Jabar Ekspres, Kamis (7/12).
Baca Juga:Masuki Musim Hujan, Warga Kabupaten Bandung Perlu Waspadai Potensi BencanaUpaya Penanggulangan Banjir Melong, Pemkot Cimahi Perlu Kerjasama dengan Pemprov
“Padahal ini langkah awal mengurai kemacetan lewat pengkonversian angkot. Dishub tidak mempunyai keberanian untuk memperjuangkan program-program yang akan dilakukan,” lanjutnya.
Akar masalah lain ialah, Dishub Kota Bandung tidak mempunyai strategi konkrit terkait program yang bakal dijalankan dalam membenahi moda transportasi publik.
Kajian soal Induk Rencana Transportasi Bandung yang dibuat oleh Dishub, diakui Sony, tidak memiliki paparan yang jelas terkait rencana kerja yang bakal dilakukan dalam mengatasi persoalan ini.
