JABAR EKSPRES – Dari hasil pemantauan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat (DKPP Jabar) harga beras diklaim stabil. Bahkan, di akhir pekan ketiga di bulan September harga beras telah mencapai Rp11.483 per kilogram.
Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin mengatakan, penurunan harga beras terjadi imbas dari adanya bantuan dari Pemerintah Pusat maupun Pemprov Jabar.
“Kita terus akselerasi, mudah-mudahan sebelum 30 September sudah mencapai 100 persen di seluruh daerah (Jabar). Sehingga harga beras bisa dikendalikan,” katanya.
Baca Juga:SAH! Kaesang Jadi Ketum PSI 2023-2028Pabrik Kemoceng di Solokan Jeruk Kabupaten Bandung Ludes Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa
Terpisah, Kepala DKPP Jabae Arifin Soedjayana menambah pemberian bantuan yang diberi nama Gerakan Pangan Murah (GPM) ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terjadinya kelangkaan pangan khususnya beras akibat dampak dari El Nino.
“GPM ini juga bisa turut menekan kenaikan harga beras sekaligus membantu daya beli warga. Sehingga GPM ini rencananya akan terus digenjot hingga akhir Desember 2023 dengan anggaran sekitar Rp1,2 miliar yang sudah ada, dan kita usulkan nanti di APBD Perubahan sekitar Rp1,8 miliar. Jadi ini untuk antisipasi El Nino,” pungkasnya.
